Teladani Semangat Jihad Syekh Yusuf

NASIONAL37 views

Ket.Gambar : Makam Syekh Yusuf Al Makassar di Kampung Makassar, Cape Town Afrika Selatan.(rep)

banner 970x250

—————————————–

Perhelatan Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Diprakarsai Ikatan Keluarga Besar (IKB) Projek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Ujung Pandang, hajatan Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari Attammu Taung, dihelat area Makam Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani di Jalan Syech Yusuf-Lakiung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, 25 Mei 2024.

Secara khusus, hadir mantan Kejati Sulsel yang kini menjabat Plt Jam Pidum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Didapuk memberi sambutan, Leonard menyampaikan Syekh Yusuf dikenal oleh para pengikutnya sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa).

Dikatakan, Syekh Yusuf dianggap sebagai bapak oleh masyarakat Islam di Afrika Selatan (Afsel) karena perjuangannya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan menentang penindasan dan diskriminasi rasial.

“Apa yang telah dilakukan oleh Syekh Yusuf sehingga dikenal, beliau dianggap sebagai bapak dikumpulan masyarakat Islam di Afrika Selatan yang berjuang mewujudkan persatuan dan kesatuan untuk menentang penindasan dan faham adanya perbedaan kulit dan etnis,” ungkapnya.

Selain itu, Pahlawan Nasional itu diberi gelar Tuanta Salamaka ri Gowa atau ‘tuan guru penyelamat kita dari Gowa’ lebih dahulu memperjuangkan persatuan dan cinta tanpa mengenal perbedaan, yang juga menginspirasi Nelson Mandela dalam perjuangannya menentang apartheid.

“Hal ini pula yang menginspirasi perjuangan Nelson Mandela (Mantan Prsiden Afrika Selatan) bahwa “warna kulit tidaklah membedakan manusia dimata Tuhan” sehingga Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai salah Seorang Putra Terbaik Afrika,” papar Leonard.

“Kita bangga beliau bukan hanya Ulama Besar, tapi juga Tokoh Anti Apartheid sehingga beliau di Afrika Selatan (pengasingan) mampu menyandang National Hero oleh Pemerintah Afrika Selatan,” imbuhnya lagi.

Dalam perjalanan hidupnya, Syekh Yusuf konsisten memperjuangkan jihad bagi rakyat Banten dan bekerja sama dengan pasukan Makassar dan Bugis dalam melawan penjajah Belanda.

“Selama beliau gerilya tetap menyebarkan Islam begitu pula saat beliau ditangkap dan dibuang/diasingkan, beliau tetap mensiarkan agama islam dan memiliki pengikut (di Srilangka),” terang Leonard.

“Konsistensi dan kegigihan beliau apapun akibat atau resikonya terhadap dirinya harus kita contoh atau teladani semangat jihad untuk menentang penindasan,” bebernya.

Leonard mengajak semua pihak untuk berani berkorban dan bersinergi dalam membangun Sulawesi Selatan dan Indonesia yang lebih baik. 

Di akhir sambutannya, Leonard menyampaikan, haul ini bermakna sebagai ajang silaturahmi, yang dapat memperluas rezeki. 

“Harapan saya Haul Akbar tahun depan akan semakin menggaung dan tidak hanya dihadiri di Wilayah Selatan maupun Indonesia namun dihadiri dari Negara-negara lainnya,” pungkasnya.

Momen Haul Akbar tersebut, diserahkan   1000 Al-Qur’an ukuran kecil dan 150 Al-Qur’an ukuran besar kepada beberapa peserta haul, anak panti asuhan, dan penyandang disabilitas tuna netra.(bs/red)

KORLIP : Muh Yusuf – Amir Gassing

EDITOR : Tetta Nyampa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed