Pesawat Garuda Nyaris Renggut Ratusan Nyawa

NASIONAL32 views

Ket.Gambar : Kondisi mesin pesawat Garuda terbakar saat take off di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Sulsel.(rep)

banner 970x250

————————————————–

Kemenag RI:  Garuda Harus Komitmen dan Profesional

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Bisa dibayangkan, disaat kabar merebak ikwal insiden mesin pesawat terbakar, sontak masyarakat dibuat belingsatan bahkan ada yang pingsan.

Bagaimanalah, kondisi para penumpang yang ada dalam pesawat Garuda yang tengah mengangkut 450 orang Jamaah Calon Haji, Astaghfirullah..?

Perisitiwa itulah yang dialami maskapai penerbangan Garuda Indonesia, yang menerbangkan Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Makassar (UPG-05), Rabu 15 Mei 2024.

Saat pesawat Garuda dengan Kode GIA 1105 take off di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Mandai Maros, sekitar pukul 15.30 Wita, tiba-tiba saja mesin terbakar di area sayap sebelah kanan.

Sebagai upaya keselamatan penumpang, akhirnya pesawat malang itu terpaksa berputar-putar mengurangi bahan bakar, selanjutnya mendarat kembali dengan selamat sekitar pukul 17.15 Wita.

Pilot langsung melakukan prosedur Return to Base (RTB) sebagai langkah cepat guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan tersebut.

Solusinya, pesawat yang bermasalah digantikan armada B747-400 menuju Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah dan para JCH tiba dengan selamat.

Tragedi yang sempat bikin ‘stres’ penumpang tersebut, mendapat reaksi keras dari Kemebterian Agama (Kementan) RI.

Ket.Gambar : Para Jamaah Calon Haji asal Kab.Gowa yang sudah gemetaran, melakukan Sujud Syukur saat tiba dengan selamat di Madinah Arab Saudi.(rep)

————————————————-

“Garuda Indonesia sudah menyampaikan permohonan maaf dan kami menghargai itu. Meski begitu,  kita sangat menyayangkannya. Garuda Indonesia harus profesional karena ini berkaitan dengan keselamatan Jemaah. Kita minta kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie.

Dikatakan, maskapai Garuda Indonesia harus memegang komitmen akan keamanan dan keselamatan dengan mempersiapkan pesawat sebaik mungkin dari jauh-jauh hari. Harapannya, supaya tidak mengacaukan rencana perjalanan jemaah yang sudah disusun. Sebab, perubahan jadwal atau penggantian pesawat yang mendadak akan berdampak sistemik, termasuk berkenaan dengan penempatan hotel, transportasi, dan konsumsi jemaah di Madinah,” tegas Anna mengingatkan.

Diapun meminta, jadwal penerbangan harus tetap sama, tidak berubah karena ini bisa menyebabkan efek domino.

Pasca insiden tersebut, salah seorang JCH asal Gowa mengakui, saat itu dunia terasa mau runtuh, tapi sudah pasrah kepada Allah, karena semua terjadi atas kehendak Allah.

Betapa tidak, katanya, saat itu dirinya sempat panik dan pasrah, kalau pun pesawatnya jatuh dia ikhlas menerima karena dirinya bersama jemaah lainnya merupakan tamu Allah SWT.(bs/red)

KORLIP : Saiful Ngemba

PEMRED : Ardi Tahir

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed