Harga Anjlok, Petani Jagung Jeneponto Menjerit

EKOBIS23 views

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :

banner 970x250

Di tengah wajah sumringah sebagian petani menikmati hasil panen padi saat ini, justeru petani jagung di Jeneponto Sulsel memelas tidak ketulungan.

Ikwal pasal, harga jagung dipasaran bahkan pembelian Bulog sangat menurun, jauh dari ekspektasi para petani.

Menyikapi anjloknya harga jagung tersebut, Pemkab Jeneponto terus melakukan langkah agar petani bisa sejahtera dan bukan menuai kerugian.

“Kami dan segenap unsur terkait akan terus mengontrol harga jagung dimulai dari petani sampai kepengumpul. Apalagi, hampir setiap tahun harga jagung anjlok, dan membuat petani mengalami kerugian.”ujar Penjabat Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, usai menyampaikam ‘unek-unek’ petani jagung kekementan RI di Jakarta.

Junaedi mengatakan, pihaknya telah melaporkan ke pusat kalau ini terus terjadi setiap panen raya dan harga jagung jatuh.

“Ya..pemerintah sekarang sudah mempersiapkan melalui BULOG untuk sama sama mengantisipasi anjloknya harga jagung,” katanya.

Langkah menggandeng Bulog, imbuhnya, tentu diharapkan akan menjadi solusi yang tepat untuk antisipasi anjloknya harga jagung dimusim panen.

“Mungkin nanti dengan hadirnya Bulog akan menjadi semakin terstruktur dan terkontrol harga jagung ini tentu saja dengan tetap memperhatikan kandungan kadar airnya,” harap Pj.Bupati Jeneponto.

Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri, beberapa waktu lalu dalam siaran persnya diberitakan akan mengunci impor jagung, sebagai salah satu upaya untuk memastikan harga jagung tetap stabil di tengah panen raya.

“Pertama kami akan mengunci impor jagung. Kami tidak akan lagi melakukan rekomendasi. Kedua, sinergi Bulog melakukan penyerapan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman.

Junaedi pun berharap, bahwa musim panen raya jagung merupakan waktu yang tepat bagi Bulog dan para pengusaha untuk membantu para petani dalam penyerapan hasil panen dengan harga layak.

“Kami bersama unsur terkait akan terus melakukan monitoring untuk memastikan agar jagung bisa terserap dengan harga yang wajar,” tukasnya.

Lantas apa tanggapan Bulog Sulselbar terkait jeritan petani jagung di Butta Turatea itu ?

Pasalnya, saat MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) menemui Pimwil Bulig Sulselbar Ahmad Kholisun tidak berada ditempat gegara kesibukan tugas di lapangan.(red)

JURNALIS : Rir Nappu

REDAKTUR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed