Gowa Wakil Sulsel Optimis Raih PPD 2024

NASIONAL14 views

Bupati Adnan Target Rangking Tiga Besar

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Prestasi demi prestasi ditorehkan Pemkab Gowa, jelang penghujung masa jabatan Bupati Adnan Purichta Ichsan bersama Wabup H.Abd Rauf Malaganni.

Betapa tidak, pada tahap pertama mengikuti penilaian untuk meraih Penghargaan Pembangunan Daerah 2024, Kabupaten Gowa sukses masuk nominasi 10 besar di Indonesia yang digelar Bappenas RI.

Prestasi tersebut, mencatatkan  Gowa sebagai satu-satunya perwakilan yang mewakili Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kini, Pemkab  Gowa masuk ketahapan kedua yakni wawancara dan verifikasi lapangan oleh tim penilai terkait Inovasi Proksi Rumah Produktif yang dipercaya mampu jadi solusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sejalan dengan tema rencana kerja pemerintah tahun 2024 yakni mempercepat transformasi ekonomi yang inklusi dan berkelanjutan.

Hal tersebut, disampaikan Adnan pada rapat bersama seluruh pimoinan OPD dan stakeholerainnya, berlangsung  di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Senin 25 Maret 2024.

Dikatakan,  presentasi ini merupakan tahap kedua setelah dirinya melakukan presentasi untuk menentukan daerah yang mewakili Sulsel.

Kabupaten Gowa, katanya, menghadirkan inovasi Proksi Rumah Produktif sebagai upaya pemulihan perekonomian untuk mencetak usahawan baru dan meningkatkan kompetensi pelaku UMKM yang telah ada. 

“Alhamdulillah, sekarang kita masuk 10 besar sebagai kabupaten terbaik di Indonesia. Kami bersama stakeholders terkait selalu bekerja memberikan yang terbaik untuk Gowa, Sulsel bahkan Indonesia secara keseluruhan. Sehingga ja tahun lalu Gowa bisa masuk rangking empat nasional dari 416 kabupaten se-Indonesia, diharapkan tahun ini bisa masuk rangking tiga besar,” ungkapnya. 

Adnan memaparkan, Inovasi baru Proksi Rumah Produktif sebagai pusat informasi, konsultasi dan pelatihan UMKM serta menjadi sebuah ekosistem bisnis model pemberdayaan UMKM dari hulu ke hilir dengan pendekatan masalah dan kebutuhan pelaku UMKM.

“Inovasi Rumah Produktif ini telah dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Gowa dan 167 desa/kelurahan yang didalamnya merupakan IKM binaan Dinas Perdastri, UMKM binaan Dinas Koperasi, serta Kampung Rewako dan BUMDes binaan Dinas PMD yang berproduksi secara simultan,” katanya.

Pada tahun 2021, terang Bupati Gowa dua periode itu, bahws fungsi Rumah Produktif dijalankan oleh Dinas Perdastri dan Dinas Koperasi dan UMKM sebagai pusat informasi, konsultasi dan pelatihan bagi pelaku IKM/UMKM. 

Selanjutnya, Tahun 2022 dibuatlah penguatan melalui Rencana Aksi Rumah Produktif 2022-2024. 

Dan, tahun 2023 layanan Rumah Produktif melalui Klinik UMKM di Pos Pelayanan Publik di 9 Kecamatan dan pada tahun 2024 pelayanan Rumah Produktif dialihkan dalam Mal Pelayanan Publik yang dilengkapi Ruang Pelatihan UMKM. 

“ Alhamdulillah berkat ini kita mampu mengembalikan pertumbuhan ekonomi Gowa menjadi lebih baik yaitu di tahun 2022 kita 4,59 persen dan kembali naik menjadi 5,82 persen pada tahun 2023,” jelas Adnan.

Sementara Tim Penilai Independen, Avianti Fontana mengaku dirinya melihat inisiatif dan karya pembangunan yang baik dari Kabupaten Gowa melalui Inovasi Proksi Rumah Produktif ini. 

Menurutnya, inovasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dilakukan secara berkelanjutan. 

“Kami dari tim penilai melihat inisiatif yang luar biasa dan inovatif dari Kabupaten Gowa yang tadi sudah disampaikan dengan detail. Salah satu poin yang tadi diangkat adalah inovasi ini dimana kami melihat peluang besar untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat  karena dilibatkannya para pelaku usaha mikro kecil hingga desainnya khususnya dalam program inovatif rumah produktif ini,” ujar Avianti. 

Tak hanya itu, pihaknya juga tertarik dengan program beasiswa yang dihadirkan oleh Pemkab Gowa, sehingga dirinya berharap nantinya mampu ditautkan dengan rumah produktif ini yang akan berkontribusi bagi peningkatan keunggulan daya saing. 

“Kami juga tertarik melihat program beasiswa bagi para pemuda dari kabupaten Gowa baik itu untuk belajar di luar Sulsel maupun yang belajar di Sulsel,” ungkapnya. 

Avianti menyebut lenilaian di tahap kedua ini terdiri dari dua bagian besar yakni penilaian dalam format FGD dengan bupati, SKPD terkait dan non Pemda dari masyarakat, komunitas, Universitas, media bisnis, termasuk UMKM untuk mendengar  pandangan dan pengalaman pada karya-karya Pembangunan Daerah Kabupaten Gowa termasuk. 

Untuk diketahui, indikator penilaian pada PPD 2023 ini yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan melihat pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, angka pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan.

Sementara indikator kedua adalah peningkatan pelayanan publik dengan melihat indeks kepuasan masyarakat.

Bupati Gowa berharap, kedatangan tim penilai independen di Kabupaten Gowa dapat berbuah manis untuk meraih PPD 2024.(red)

KORLIP : Muh Yusuf – Lahmud Sila

REDAKTUR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed