Junaedi Ajak KKT Bebaskan Jeneponto Dari Ketertinggalan

BERITA14 views

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

banner 970x250

Diakui atau tidak, Kabupaten Jeneponto di masa kekinian, predikat sebagai daerah tertinggal dan miskin memang sulit terbantahkan.

Dengan kondisi tersebut, Penhabat Bupati Junaedi Bakri menegaskan komitmennya, untuk terus bekerja keras bersama seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan Jeneponto yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Hal tersebut, disampaikan bupati saat menghadiri acara Buka Puasa sekaligus bersilaturahmi denGan pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Turatea (KKT), berlangsung di Kampus Universitas Mega Rezky (Unimerz) Jalan Antang Raya akassar, Sabtu 23 Maret 2024.

Momentum pertemuan di Bulan Puasa Ramadhan tersebut, sebagai wujud kebersamaan dalam rangka lebih mempererat tali silaturrahim.

Didepan ratusan tetamu yang hadir dari berbagai latar belakang profesi itu, Bupati Junaedi mengapresiasi terhadap peran KKT dalam kegiatan sosial dan keagamaan dimanapun berada. 

Sebagaimana, kata dia, orang Jeneponto telah lama dikenal memiliki watak humanis dan religius.

Untuk iti, Junaedi mengajak pengurus dan anggota KKT untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan di tanah kelahiran, terutama dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mengatasi masalah kemiskinan yang masih menjadi tantangan bersama.

Pertemuan inipun,  menjadi ajang diskusi dan dialog mengenai gagasan untuk meliberasi atau membebaskan Jeneponto dari berbagai predikat ketertinggalan, seperti kemiskinan dan stunting

Pj.Bupati pun berharap, agar semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara ini dapat terus ditingkatkan, sehingga Jeneponto dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya.

Selain itu, Junaedi menyampaikan berbagai harapan pemerintah daerah terkait dengan peningkatan ekonomi dan pendidikan di daetah berjuluk Butta Turatea.

“Jeneponto punya peran penting secara ekonomi baik itu di sektor ekonomi ataupun pangan bila bila dikelola dengan baik. Jeneponto punya city branding kuda sehingga para pedagang ternak kita itu, dalam setahun mereka harus membelanjakan sampai Rp95 milyar, tentu ini nilai putaran uang yang terbilang besar,” ungkapnya.

Junaedi yang juga Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyinggung soal pendidikan di Turatea.

“Sektor pendidikan misalnya. Kami pemerintah daerah diminta oleh para disabilitas sekiranya dapat diberikan afirmasi mendapatkan pendidik di Universitas Mega Rezky ini,” ujar Junaedi.

Menyikapi harapan Pj.Bupati, Ketua Umum DPP KKT H. Dr Alimuddin memberikan respon positif bahwa Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky menyambut baik itikad Pemkab Jeneponto.

Turut hadir,  Dewan Pembina DPP KKT, Prof Bahaking Rama, Rektor Universitas Mega Rezky, Prof Dr. Anwar Ramli, Ketua Yayasan Mega Rezky, Suryani dan warga Turatea yang berdomisili di Jeneponto,  Makassar dan sekitarnya.(red)

JURNALIS : Mansyur – Lahmud Sila

REDAKTUR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed