Jaksa KPK Sindir SYL Seolah-olah Pahlawan

HUKRIM366 views

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

banner 970x250

Serangkaian sidang yang sudah digelar pada kasus dugaan korupsi dan gratifikasi yang menggiring mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) duduk dikursi pesakitan, menuai banyak kontroversi, perdebatan dan sindiran-sindiran dua kubu yakni Jaksa KPK dan Penasehat Hukum SYL.

Seteru terhangat, terjadi pada sidang agenda tanggapan jaksa atas eksepsi SYL, yang dihelat di PN.Tipikor Jakarta Pusat, Rabu 20 Maret 2024.

Sentilan dan sindiran Tim JPU, menyeruak tajam dan meminta hakim menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan SYL. 

Dengan ketus, tanggapan Jaksa menyebut, duit itu diterima Syahrul dari memeras anak buahnya. 

“Kami mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini untuk, satu, menolak nota keberatan atau eksepsi penasihat terdakwa Syahrul Yasin Limpo untuk seluruhnya,” pinta jaksa KPK.

Jaksa KPK melancarkan sentilan dan sindiran keras kepada SYL.

Dikatakan, nota keberatan yang disampaikan Tim PH SYL telah masuk ruang lingkup materi praperadilan dan sebagain besar masuk materi pokok perkara.

Ironisnya, terang Jaksa, PH SYL juga tidak sabar dan telah menyimpulkan SYL tak bersalah sebelum pembuktian dalam persidangan itu dilakukan.

Sindiran lain, Jaksa KPK menilai PH SYL melakukan framing persidangan seolah-olah SYL merupakan pahlawan dan bukan pelaku tindak pidana.

“Artinya, PH SYL terburu-buru untuk mem-framing persidangan seolah-olah terdakwa SYL bukan pelaku tindak pidana dan tidak melakukan perbuatan sebagaimana dalam surat dakwaan penuntut umum,” tegasnya. 

Untuk diketahui, dalam eksepsi SYL mengakui mengawali karirnya dari bawah untuk menjadi pahlawan, untuk menjadi pejuang untuk negeri, bangsa dan rakyat.

Selain itu, SYL juga menyinggung kontribusinya selama bekerja di pemerintahan dan turut mengatur mengendalikan pangan rakyat selama COVID-19.

Sementara, dalam dakwaan Jaksa KPK dinyatakan melakukan pemerasan hingga mencapai Rp44.546.079.044 dan menerima gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40.647.444.494 selama periode 2020-2023.

Tindak pidana tersebut,  dilakukan SYL bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya yaitu Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

Juga disebutkan Jaksa, SYL menggunakan uang diduga hasil pemerasan untuk keperluan istri, keluarga, kado undangan, Partai NasDem; acara keagamaan dan operasional menteri, charter pesawat, bantuan bencana alam atau sembako, keperluan ke luar negeri dan Umrah hingga kurban.

SYL didakwa melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf f jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diapun didakwa melanggar Pasal 12 B jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sedangkan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) SYL masih dalam tahap penyidikan KPK.(bs/red)

TIM REDAKTUR : Mustafa – SS Nyampa – Rahman S Kulle

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed