Aset Daerah Pemkab Jeneponto Bersoal ?

PERISTIWA45 views

Ket.Gambar : Salah satu Randis yang dikuasai isteri mantan Bupati Jeneponto telah dikembalikan. (rep)

banner 970x250

————————————————-

Puluhan Randis dan Rumdis Dikuasai Pensiunan

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :

Memprihatinkan. Sudah menjadi daerah miskin dan tertinggal di Sulsel bahkan di Indonesia, toh sejumlah aset daerah berupa Kendarasn Dinas (Randis) berseliwerang kesana-kemari bahkan lenyap bak ditelan bumi.

Mirisnya, oknum pengguna atau yang menguasai randis itu bukan peternak kuda, petani jagung atau penggarap garam, melainkan oknum  ‘penguasa’ pemerintahan di Kabupaten Jeneponto Sulsel yakni Iksan Iskandar (Eks Bupati) dan tandemnya Paris Yasir (Mantan Wabup) serta mantan Ketua DPRD Muh Kasmin Makkamula.

Kasus penertiban Randis Pemkab Jeneponto, selama beberapa bulan ini menuai sorotan, kritikan dan  menyita atensi publik terkhusus menjadi ‘buah bibir’ di jagat maya.

Yang disesalkan, kata Kabid Aset Daerah BPKAD Jeneponto Badaintang, pihaknya sudah berkali-kali melayangkan surat kepada beberapa oknum mantan pejabat itu namun tidak digubris, tanpa ada alasan yang jelas dan rasional.

“Ini baru hal aset randis, penertiban Rumah Dinas (Rundis) pun begitu. Kita juga heran, kok orangnya sudah lama pensiun tapi malah ngotot enggan keluar meskipun sudah diberi warning beberapa kali untuk segera mengosongkan. Realitasnya, yah tetap bersikukuh menguasainya,” kesalnya menggeleng-gelengkan kepala.

Bersyukur, imbuh Badaintang, sebuah Randis yaitu mobil Toyota Innova Venturer warna Abu-abu bernopol DD 1 G yang selama ini digunakan Hj.Hamsiah Iksan, isteri mantan Bupati, telah dikembalikan pada Rabu 20 Maret 2024.

“Berdasarkan dokumen yang ada, mobil dinas itu masih tercatat sebagai aset pemkab, jadi sudah sesuai ketentuan, aset itu telah dikembalikan untuk dimanfaatkan kembali,” terangnya.

Terkait penertiban aset pemda tersebut, jelas Badaintang lagi, memang menjadi perhatian khusus dari KPK, termasuk kepentingan untuk mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Makanya kita secepatnya menindaklanjuti arahan KPK itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jeneponto Armawih A Paki mengakui, pengembalian satu unit mobil yang diserahkan Hamsiah Iksan, sudah disimpan di Rujab Bupati. 

“Saya bersama Kabag Umum yang pergi mengambil setelah ada komunikasi dari Iksan Iskandar,” ungkapnya.

Khusus untuk randis jenis Toyota Fortuner dan Nissan Terrano, masih dikuasai Paris Yasir dan belum dikembalikan.

Hanya memang, untuk randis Fortuner berwarna putih saat ini tengah dalam proses lelang.

Armawih A Paki membeberkan bahwa randis Fortuner itu sebenarnya Paris Yasir berniat membelinya namun penawaran harganya sangat murah.

Setali tiga uang, randis termahal jenis Pajero Sport Dakar yang dikuasai Mantan Ketua DPRD Jeneponto Kasmin Makkamula, pun tak kunjung dikembalikan.

ASET RUMAH DINAS

Selain problema randis, BPKAD Jeneponto pun dibuat pusing ‘tujuh keliling’ gegara 14 Rumah Dinas belum berhasil dikosongkan dan masih dikuasai ASN yang berstatus purbabhakti alias pensiunan.

Kabid Badaintang menyebut,  sebanyak 10 rumah dinas belum dikosongkan di wilayah Kelurahan Monro-monro.

“Di Jeneponto Lama itu ada 10 yang dikuasai oleh pihak pensiunan dinas pertanian, ada juga dari kejaksaan, pegawai Lapas, termasuk 4 unit rumdis di Jalan Pahlawan yang dikuasai Zubair, mantan Kadis Koperasi,” bebernya.

Ironisnya, imbuh Badaintang, di Jalan Pelita ada satu aset rumdis kini ditempati lembaga Kompi Pengawal (Kiwal) namun tanpa izin.

Yang disesalkan banyak pihak, kok begitu banyak randis yang bisa digunakan untuk kepentingan dinas, sementara Penjabat Bupati Jeneponto saat ini dibiarkan ‘gigit jari’ menggunakan mobil rental, waduh..? (bs/red)

EDITOR : Tajuddin Ngawing – Rahman S Kulle

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed