Bulog Gelagapan Petani Kelimpungan

NASIONAL19 views

Ket.Gambar : Direktur Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Bayu Krisnamukthi.(rep)

banner 970x250

————————————————

Serapan Jagung Terkendala Kadar Air Tinggi

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

Awal tahun 2024 ini, umumnya masyarakat petani di sejumlah wilayah di Indonesia tengah menikmati hasil panen, baik padi maupun jagung kuning.

Sayang, di tengah kegembiraan menuai hasil panennya, toh mimpi petani jagung untuk mendapatkan keuntungan yang cukup, justeru buyar gegara tersaruk dengan turunnya harga pembelian yang dipatok pemerintah, dalam hal ini Perum Bulog.

Kondisi tersebut, diakui Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi bahwa sejumlah kendala ditemui dalam menyerap jagung hasil panen petani. 

Dikatakan,kadar air jagung milik petani rata-rata masih terlalu tinggi, sehingga tidak memenuhi standar yang ditentukan Bulog.

Adapun Bulog menetapkan kadar air jagung pipil sebesar 15% dengan harga pembelian Rp4.200 per kilogram. 

“Kemarin itu ada beberapa case yang ditemui oleh Bulog adalah ternyata masih basah, kadar airnya 30%. Kenapa? Karena jagungnya baru panen,” beber Bayu.

Kendala lain, katanya, para petani cenderung menjual jagungnya masih dalam bentuk bonggol. 

Padahal, spesifikan jagung yang bisa diserap Bulog dalam bentuk pipilan kering

“Ada yang menjual dalam bentuk bonggolan, itu harus dikupas dulu kemudian dirontokan bijinya (jagung),” jelas Bayu.

Dengan beragam kendala di lapangan, mantan Ketua Dewas Bulog tetap komit dan siap menampung jagung hasil panen petani berapapun jumlahnya selama sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian meminta Bulog untuk menyerap jagung petani setidaknya 500.000 ton selama panen raya kali ini. 

“Karena itu yang dipakai oleh peternak, berapa pun yang ada yang memang sesuai dengan kebutuhannya, Bulog akan serap,” tuturnya. 

Ditegaskan Dirut Bulog, pihaknya tidak mempermasalahkan ihwal penyetopan impor jagung sementara oleh pemerintah. 

Pasalnya, pengadaan jagung impor telah disalurkan untuk kebutuhan Stabilisasi Harga dan Pasokan (SPHP) jagung pakan kepada peternak mandiri.

Makanya, Bayu memastikan, izin impor yang telah diberikan pemerintah berlaku selama setahun. 

Nantinya, impor jagung pakan masih mungkin dilanjutkan apabila pasokan jagung dalam negeri berkurang saat musim paceklik. 

“Jadi kita tunggu nanti kalau sudah musim paceklik lagi, jangan-jangan para peternak kita membutuhkan jagung lagi. Jadi pada waktu itu kita adakan lagi,” pungkas Bayu Krisnamurthi.

 Lantas apa tanggapan  Kementerian Pertanian ? 

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan Suwandi mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi jagung nasional pada periode Januari – April 2024 diperkirakan mencapai 5,3 juta ton. 

Adapun puncak panen raya diprediksi terjadi pada bulan ini yang mencapai produksi 2,3 juta ton di 405.000 hektare.  

Suwandi, pun optimistis produksi jagung pada Maret – April 2024 bakal mencukupi kebutuhan. 

Disebutkan, produksi yang melimpah saat panen raya imi menjadi waktu yang tepat bagi Perum Bulog dan para pengusaha di bawah Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk menyerap jagung hasil panen petani dengan harga yang layak.

 “Kami meminta Bulog untuk melakukan penyerapan secara maksimal. Setidaknya 500.000 ton jagung petani dapat diserap secara cepat,” tukas Suwandi penuh harap.(red)

REDAKTUR : Mustafa – Tajuddin

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed