Peduli UMKM, Operasional Bisnis Ritel Bakal Dibatasi

EKOBIS16 views

Pj.Bupati Jeneponto Keluarkan Perbup dan Surat Edaran

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :

Diakui atau tidak, lifestyle atau gaya hidup masyarakat saat ini cenderung  berubah mengikuti tuntutan zaman.

Salah satunya, kepincut berbelanja kebutuhan sehari-hari melalui toko ritel modern, seperti Indomaret, alfamart, Alfamidi dan yang lainnya.

Alasannya, selain bisnis ritel itu menyediakan fasilitas yang refresentatif, juga perlengkapannya serba lengkap, nyaman dan modern.

Begitu menjamurnya bisnis ritel yang sudah merambah di wilayah perkotaan hingga pelosok pedesaan, membuat toko-toko kelontong tradisional maupun UMKM dibuat tak berdaya.

Paling terburuk, beberapa toko kelontong dan UMKM di sejumlah daerah terpaksa tutup bahkan bangkrut gegara tak mampu bersaing, dari segi produk maupun harga.

Terlepas, di masa kekinian, masyarakat konsumen lebih banyak memilih dan berbelanja di toko-toko ritel modern ketimbang di toko-toko tradisional, namun bagi Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto Junaedi Bakri justeru berpendapat lain.

Menurutnya, zaman boleh saja serba digital, tapi untuk berbelanja di toko kelontong itu masih perlu dilakukan dan dibutuhkan.

Hal tersebut, dipaparkannya di sela-sela obrolan santai makan siang l d ruang kerjanya, Kamis (15/2/2024).

“Toko toko kelontong yang ada di rumah-rumah itu adalah bagian dari masyarakat Indonesia sejak dulu, kebutuhan dapur orang tua tua kita dulu banyak bersumber dari toko kecil tetangga kita. Dan m, usaha mereka ini adalah bagian dari usaha kecil yang harus kita jaga dan hidupkan kembali mereka adalah bumper penopang ekonomi keluarga,” katanya.

Artinya, terang Junaedi, sebelum kehadiran supermarket modern seperti sekarang ini, toko kelontong sudah terlebih dulu menemani kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dulu.

“Jadi, bisa dibilang toko kelontong ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dulu. Para pejuang kelontong inilah yang berusaha memenuhi berbagai kebutuhan agar lebih mudah didapat lewat toko-toko yang dibangun di sekitar rumah,” tukasnya.

Begitu pro terhadap para pelaku-pelaku usaha Toko Kelontong dan UMKM,  Pj.Bupati Jeneponto berencana akan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) atau berupa Surat Edaran (SE), yang mengatur pembatasan jam operasional ritel modern seperti jam buka dan jam tutup toko ritel.

Asumsinya, jelas Junaedi Bakri, agar  supaya masyarakat tahu bahwa pemerintah itu perhatian terhadap pelaku UMKM.

“Aturan Perbup ini sangat urgen sehingga ada keseimbangan dalam berusaha. Setidaknya, dua-duanya, bisnis ritel dan usaha UMKM saling menopang dan tidak saling merugikan,” harapnya.(r/red)

JURNALIS : Rir Nappu

REDAKTUR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed