oleh

Putra SYL ‘Dihajar’ Pertanyaan Penyidik

Ket.Gambar : Anak kandung Syahrul Yasin Limpo, Kemal Redindo Putra.(rep)

————————————————-

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

Setelah sekian bulan merasakan dinginnya tembok jeruji besi, proses hukum tersangka Syahrul Yasin Limpo (SYL) mantan Menteri Pertanian RI, tampak semakin panjang dan melebar.

Pasalnya, hanya jeda waktu tiga hari pasca dilakukan penyegelan rumah mewah pribadinya di Jakarta Selatan, giliran penyidik KPK memeriksa dua orang anaknya yakni Indira Chundai Tita dan Kemal Redindo Putra, dengan status sebagai saksi.

Sayang, yang memenuhi panggilan hanyalah Kemal Redindo, sementara putrinya Indira Chunda Tita mangkir.

Di gedung lembaga antirasuah itu, Kemal SYL dicecar beragam pertanyaan dari Tim Penyidik, terkait aliran uang korupsi, soal jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengakui, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap anak SYL bernama Kemal Redindo Syahrul Putra, Senin 5 Februari 2024.

Dijelaskan, Kemal Redindo yang kini menjabat Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan ini didalami soal dugaan aliran uang yang diterima oleh orang tuanya, SYL.

“Termasuk pengetahuan mengenai dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementan saat itu,” terang Ali Fikri.

Untuk diketahui, pada Rabu 11 Oktober 2023 dan Jumat 13 Oktober 2023, KPK telah menahan tiga tersangka, yakni Kasdi Subagyono (KS) selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, SYL selaku Mentan periode 2019-2023, serta Muhammad Hatta (MH) selaku Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kementan.

Ket.Gambar : Isteri SYL, anak dan cucunya, yang dicegah KPK bepergian keluar negeri.(rep)

————————————————–

Khusus untuk SYL, sebut Ali Fikri, KPK menjeratnya dengan sangkaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dari sidang praperadilan yang diajukan SYL, KPK membeberkan sumber penerimaan uang gratifikasi sekitar Rp13,9 miliar dari para pehabat Eselon I dan II di Kementan, dengan ancaman akan dimutasi dari jabatannya jika tidak memberikan setoran uang sekitar 4 ribu dolar AS hingga 10 ribu dolar AS setiap bulannya.

Uang itu berasal dari Biro Umum Sekjen sebesar Rp6,8 miliar, Badan Karantina Pertanian sebesar Rp5,7 miliar, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp1,4 miliar.

Selanjutnya, uang Rp13,9 miliar itu dipergunakan untuk keperluan SYL dan keluarganya, yakni untuk membayar keperluan Umroh menteri dan keluarga serta pejabat Kementan lain sebesar Rp1,4 miliar, mentransfer atau menghibahkan untuk sumbangan atau bantuan kepentingan partai sebesar Rp1,27 miliar.

Ali Fikri pun, merinci setoran dana ASN itu digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarga.

Seperti, katanya, membayar cicilan kredit mobil Alphard sebesar Rp43 juta per bulan, membayar kartu kredit atas nama menteri sekitar Rp319,4 juta, membelanjakan untuk pembelian jam tangan senilai Rp107,5 juta, membelanjakan atau membayarkan biaya perbaikan rumah, pajak rumah, tiket pesawat keluarga, pengobatan dan perawatan wajah keluarga dan penggunaan kebutuhan pribadi lainnya sekitar Rp10 miliar.

Sebelumnya, tim penyidik juga sudah mengamankan uang tunai sebesar Rp30 miliar, uang Rp400 juta dari rumah Hatta, serta kartu member judi casino Malaysia atas nama SYL, cek senilai Rp2 triliun, dan 12 pucuk senjata api dari rumah dinas Mentan, serta menyita satu unit rumah di wilayah Jakarta Selatan yang diduga milik SYL. 

Masalah ini, jelas Jubir KPK itu, berlangsung sejak 2020 sampai 2023.

Intinya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Teruntuk SYL, juga disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU 8/2010 tentang TPPU.

Mirisnya, dalam proses penyidikan, KPK telah mencekal anggota keluarga SYl ke luar negeri selama enam bulan hingga April 2024.

Keluarga tersebut yakni Isteri SYL bernama dr.Ayun Sri Harahap yang, putri SYL bernama Indira Chunda Thita, anggota DPR RI serta cucu SYL bernama Andi Tenri Bilang Radisyah Melati yang berstatus mahasiswi.

Benarkah sangkaan KPK terkait adanya dugaan kuat SYL itu melakukan korup untuk kepentingan pribadi dan keluarganya ? 

Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawabnya.(bs/red)

EDITOR : Rahman S – SS.Nyampa

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed