oleh

Labrak Aturan, Kios UD.Restu Tani Galesong Mesti Ditindak Tegas

MEDIAKTIAL.COM – TAKALAR :

Di wilayah Kabupaten Takalar Sulsel,  beberapa oknum pedagang yang membuka usaha kios penjualan pupuk urea bersubsidi, berani mematok harga yang mencekik masyarakat, khususnya di kalangan petani.

Fenomena itu, sepertinya sudah menjadi rahasia umum gegara sang pemilik kios seenaknya ‘mainkan’ harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Padahal, komitmen pemerintah memberi program pupuk urea bersubsidi di seluruh Indonesia, tentun harapannya untuk membantu meringankan beban hidup para petani dengan harga murah dan terjangkau, terkhusus dalam meningkatkan hasil produksi padi.

Keresahah para petani terhadap penjual pupuk yang ‘membandel’ itu, terjadi di Kios UD Restu Tani yang berlokasi di Dusun Burane Desa Boddia Kecamatan Galesong Takalar.

Betapa tidak, saat disambangi Redaktur MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) Rahman Samad,  Rabu 24 Januari 2024, pemilik Kios  UD Restu Tani yakni Usman, SPD, dengan sikap apatis dan entengnya menjawab “saya memang menjual pupuk bersubsidi merek urea Rp 125.000 perkarung”.

Harga yang selangit dari ‘skenario’ Usman inilah, sangat mengorbankan petani dan jelas melanggar regulasi atau aturan yang ada.

Pasalnya, pemerintah, dalam hal ini Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 10 Tahun 2022, mengatur tentang tata cara penetapan alokasi dan HET, sebagaimana 

Artinya, pupuk urea bersubsidi sudah ditetapkan (HET) dengan harga Rp.112.500 perkarung.

Artinya, jika distributor atau penjual kios pupuk ‘semaunya’ mainkan harga maka lembaga teknis Dinas Pertanian Takalar maupun APH mesti bertindak tegas karena sangat merugikan petani.

Dengan kondisi itu, beberapa petani yang sempat ditemui awak media meminta ketegasan distrIbutor dan Kadis Pertanian Takalar, untuk melakukan sidak di lapangan.

“Tidak boleh ada pembiaran seperti ini, apalagi mematok harga selangit. Kalau perlu, rekomendasi atau izin usahanya dicabut karena mengorbankan petani demi meraup keuntungan pat-gulipat,” desak petani yang enggan ditulis namanya.

Dia pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH),  dalam hal ini kejaksaan dan kepolisian, untuk  memanggil pihak pengelola Kios UD Restu Tani terkait ‘mengkokalikongi’ harga penjualan pupuk bersubsidi.(red)

REDAKTUR : Rahman Samad

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed