oleh

Kios UD.Palleko Jaya ‘Kongkalikongi’ Harga Pupuk, Usut !

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Pemerintah memberi program pupuk urea bersubsidi di seluruh Indonesia dengan harga yang sudah ditetapkan oleh distributor guna membantu para petani dengan harga murah dan terjangkau supaya hasil padinya meningkat, khususnya di Kabupaten Takalar

Makanya, untuk pembelian pupuk urea disubsidikan dengan harga yang sudah ditetapkan tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertingi (HET).

Namun, yang terjadi di Kios UD Palleko Jaya yang dikelola pemilik H Gassing, diduga keras memanfaatkan pupuk bersubsidi untuk memperkaya diri dengan meraup keuntungan besar.

Padahal, soal regulasi sudah sangat jelas, telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang tata cara penetapan alokasi dan HET.

Artinya, pupuk urea bersubsidi sudah ditetapkan (HET) dengan harga Rp.112.500 perkarung.

Jika distributor pupuk yang ‘semau gue’ mainkan harga maka lembaga teknis Dinas Pertanian Takalar maupun APH mesti bertindak tegas karena sangat merugikan petani.

Terkait kasus ini, Redaktur MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) Rahman Samad Pada hari Sabtu 20 Januari 2024  menyambangi kios  UD Palleko Jaya yang berlokasi di Kelurahan Palleko Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) Kabupaten Takalar Sulsel.

Sayang, saat ingin dikonfirmasi Pemilik UD Palleko Jaya sedang sibuk melayani para pembeli pupuk bersubsidi 

Merasa penasaran, media inipun mengonfirmasi kepada anak menantu Haji Gassing. 

Entengnya, dia menjawab “Saya memang menjual pupuk bersubsidi merek urea Rp 130. 000 perkarung”.

Harga selangit yang ‘dimainkan’ UD Palleko Jaya, memang sangat dikeluhkan dan para petani merasa dirugikan.

Dengan kondisi itu, beberapa petani yang sempat ditemui awak media meminta ketegasan distrIbutor dan Kadis Pertanian Takalar, untuk melakukan sidak di lapangan.

“Tidak boleh ada pembiaran seperti ini, apalagi mematok harga selangit. Kalau perlu, rekomendasi atau izin usahanya dicabut karena mengorbankan petani demi meraup keuntungan pat-gulipat,” desak petani yang enggan ditulis namanya.

Dia pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH),  dalam hal ini kejaksaan dan kepolisian, untuk  memanggil pihak pengelola Kios UD Palleko Jaya, terkait ‘mengkokalikongi’ harga penjualan pupuk bersubsidi.(red)

REDAKTUR : Rahman Samad

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed