oleh

UD.Permata Jaya Parang Mata ‘Recoki’ Harga Pupuk Subsidi

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Pemerintah memberi program pupuk urea bersubsidi di seluruh Indonesia dengan harga yang sudah ditetapkan oleh distributor guna membantu para petani dengan harga murah dan terjangkau supaya hasil padinya meningkat, khususnya di Kabupaten Takalar

Makanya, untuk pembelian pupuk urea disubsidikan dengan harga yang sudah ditetapkan tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertingi (HET).

Namun, yang terjadi di Toko UD Permata Jaya yang dikelola pemilik Muliana, warga Tamala’lang Desa Parangmata Kecamatan Halesong Kabupaten Takalar Sulsel, menuai sorotan publik.

Pasalnya, diduga kuat melawan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang tata cara penetapan alokasi dan HET.

Pupuk bersubsidi sudah ditetapkan (HET) pupuk bersubsidi dengan senilai Rp.112.500 perkarung untuk pupuk urea dengan aturan yang sudah jelas.

Jika distributor pupuk yang ‘semau gue’ mainkan harga maka lembaga teknis Dinas Pertanian Takalar maupun APH mesti bertindak tegas karena sangat merugikan petani.

Terkait kasus ini, Redaktur Media Aktual Rahman Samad Pada hari Rabu 17 Januari 2024  menyambangi toko UD permata Jaya yang berlokasi di Desa Parangmata.

Sayang, saat ingin dikonfirmasi pemilik UD Muliana tidak berada ditempat, entah kemana.

Anehnya, saat ditanya orang tua Muliana terkait adanya program pupuk urea bersubsidi iya langsung saja menjawab “saya memanb menjual pupuk urea Rp 120. 000 perkarung”.

Mengetahui benar-tidaknya harga pupuk yang disebutkan ortu Muliana, Media Aktual menemui para petani dan mengakui harga penjualan UD Permata Jaya sangatlah mencekik dan melambung tinggi.

Dan selanjutnya bagaimana versi distributor dan Kadis Pertanian Kabupaten Takalar adanya UD Permata Jaya di duga kuat mencari keuntungan yang sangat besar meski tak mengindahkan aturan pemerintah.

Para petani meminta ketegasan Kadis Pertanian Takalar, sekaligus melakukan sidak di lapangan.

“Tidak boleh ada pembiaran seperti ini, apalagi mematok harga selangit. Kalau perlu, rekomendasi atau izin usahanya dicabut karena mengirbankan petani demi meraup keuntungan pat-gulipat,” tukas sejumlah petani yang enggan ditulis namanya.(red)

REDAKTUR : Rahnan S Kulle

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed