oleh

Kios Paraikatte ‘Mainkan’ Harga Pupuk Bersubsidi

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Diduga Pupuk Bersubsidi jenis UREA yang dijual melebihi harga (HET), dengan adanya kelangkaan Pupuk Subsidi tersebut dijadikan untuk meraup keuntungan pribadi, yang sangat Fantastis oleh salah satu Oknum Kios Pupuk paraikatte di Desa Mandalle Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan,  Senin (15/01/2024).

Pasalnya, saat tim Awak Media turun ke lapangan untuk mencoba konfirmasi salah satu warga yang membeli Pupuk Subsidi ke Kios paraikatte.

“Saya membeli Pupuk Bersubsidi di tempat kediaman Ketua Kelompok Paraikatte yang Berada di Desa Mandalle dengan harga Pupuk UREA senilai Rp. 125000,” ungkaonya.

Di kediamannya, Ketua Kelompok Paraikatte selaku pemilik Kios Pupuk menjelaskan, kepada awak media, yah kalau mau mengikuti harga HET, apa mau didapat.

“Jadi setiap kecamatan kami seragam dengan harga. Tapi, kalau kecamatan lain mungkin juga lain harganya.m,” timpalnya tanpa beban.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap ada perhatian perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa.

Setidaknya, APH dapat melakukan penyelidikan terhadap oknum-oknum pedagang atau kios penjual pupuk yang bersubsidi yang berani ‘memainkan’ harga dan melabrak aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kuat dugaan, ada beberapa pelaku penjual pupuk yang sudah menjual di atas harga pemerintah, hal ini perlu ada tindakan tegas dalam menjaga kebocoran keuangan negara yang diduga sudah di lakukan beberapa oknum yang memanfaatkan APBN untuk memperkaya diri.

Hal tersebut, sesuai dengan dugaan yang ada di lapangan dan berharap ada proses atau tindakan hukum yang jelas sesuai dengan perbuatan oknum pelaku.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian. (PERMENTAN) No. 10 Tahun 2022. Tenang penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi berkisaran Rp.2.250/kg untuk jenes Urea, sedangkan untuk NPK seharga Rp. 2.300/kg.

  1. Surat Keputusan Menteri Nomor 70/MPP/kep/2/2003 tentangtentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

2.peraturan menteri perdagangan nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian secara nasional mulai dari lini 1. Sampai dengan lini IV.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi, pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020.

  1. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 49 tahun 2020.

Tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian 2021. Peraturan Menteri Nomor. 41 tahun 2021, tentang penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian.

  1. Surat Menteri Pertanian Nomor 200/M/12/2021 tanggal 17. Desember 2021.

Tentang alokasi pupuk bersubsidi TA. 2022.

Keputusan Menteri Pertanian Nomor 771/KPTS/SR.320/M/12/2021.

Tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET).

Tim media berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH), terkait maraknya penyimpangan penjualan Pupuk Bersubsidi yang melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Juga, dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Gowa diharap punya ‘taring’ dan menindak tegas kepada pemilik Kios Paraikatte yang ada di Desa Mandalle Bajeng Barat.(red)

REDAKTUR : Rahman S Kulle

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed