oleh

Menakar Caleg Kuat dan Bakal Keok di Dapil Sulsel 1 ?

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Atmosfir pesta demokrasi lima tahunan (Pemilu), semakin berkecambah.

Waktunya pun sisa menghitung hari, tepatnya Rabu 14 Februari 2024.

Khusus kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) di Dapil Sulsel 1 untuk Caleg DPR RI, sejumlah wajah baru maupun berstatus petahana, berjibaku mengerahkan kemampuannya untuk bisa mendulang suara yang signifikan.

Di Dapil Sulsel 1, sejumlah Caleg Incumbent masih dihuni wajah-wajah lama, yang saat ini duduk di Parlemen Senayan.

Sebut saja, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra DR.HAzikin Solthan, M.Si, Hamka B Kady, SE, M.Si, Dr.H.Ashabul Kahfi, M.Ag Dr.H.Amir Uskara.(PPP), Hj.Aliyah Mustika Ilham (Demokrat), H.Ridwan Wittiri, SH (PDIP) dan H.Haruna, MBA (PKB).

Tak kalah serunya, sederet nama besar petahana justeru tak membuat keder sejumlah figur pendatang baru untuk berebut suara dari strata sosial akar rumput (grassroot), menengah hingga kalangan intelektual.

Para Caleg baru yang dianggap sebagai ‘Dark Horse’ dan diprediksi menjadi ‘pemecah’ suara, diantaranya Hj.Hamsiah Iksan (Golkar : isteri eks Bupati Jeneponto), Syamsari Kitta (Gelora : Mantan Bupati Takalar), Ny.Liestiati F Nurdin (Golkar : Isteri Nurdin Abdullah), Brigjen TNI Purn. Dr.Jahidin dan Najmuddin (Gerindra), Tahal Fasni ( PKS), Syamsurizal (PKB), Hj.Fatmawati Rusdi (Nasdem), Sri Rahmi (PKS), Ahmad Daeng Se’re (Nasdem) dan politisi lainnya.

Artinya, perebutan kursi menuju Senayan di Pileg 2024 ini memang bakal berjalan sengit dan kompetitif.

Pasalnya, dari Dapil Sulsel 1 meliputi 6 daerah yakni Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar, nyaris tak satupun Caleg berani menepuk dada dan mengklaim sebuah daerah adalah basis massanya.

Kenapa begitu, yah karena masing-masing caleg itu punya struktur dan jejaring kuat yang sudah dibangun sejak awal.

Dan kebanyakan, terutama bagi Caleg  pendatang baru, sistem penggalangan massanya massif dan menyebar luas keseluruh daerah di Dapilnya.

Lantas, berpengaruhkah dengan posisi para Caleg Petahana dalam perebutan suara ?

Estimasi sejumlah pengamat politik di Sulsel mengatakan, hampir dipastikan 99 persen tentu akan berimbas.

“Mengapa itu terjadi, karena pada satu daerah, lokasi atau tempat dimana masyarakat pemilih (konstituen) berdomisili, maka disitu pula para caleg baru membangun jejaring dan kekuatan massa, meskipun itu sekian lama ‘dirawat’ oleh caleg tertentu hingga perolehan suaranya terancam anjlok dan tergerus,” katanya.

Mirisnya, terang pengamat politik yang enggan ditulis namanya itu, bahwa jika ada caleg tertentu, katakanlah Incumbent, selama sekian tahun menikmati empuknya kursi parlemen, tapi mereka ‘abai’ dan sudah lupa dengan seonggok janji manisnya pada konstituen maka pastilah akan merasa kecewa dan memilih golput atau hengkang mendukung caleg lain.

Singkatnya, siapa caleg yang masih kuat dan bakal keok nanti, pasti waktulah yang akan menjawab.

Artinya, yang dianggap masih kuat dan mampu bertahan tentu figur yang amanah, berintegritas, komitmen dan konsisten dengan ucapan dan tindakan.

Sebaliknyak, caleg yang bakal ketiban apes alias keok, pastilah orang yang keranjingan menebar janji sebagai ‘obat telinga’ menyenangkan hati rakyat.

Atau bisa jadi, suara yang mereka peroleh karena adanya ‘amunisi’ dari strong votters atau pemilih kuat yang loyalis meskipun itu tidak seberapa jumlahnya.(red)

EDITOR : Rahman S – SS.Nyampa

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed