Proyek Mangkrak Sarpra Air Bersih di Takalar

PERISTIWA119 views

LSM Perak Minta Kejari Takalar Usut Tuntas

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Proyek Sarana dan Prasarana (Sarpra) Air Bersih melalui Sumor Bor Dalam dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi yang dibangun di beberapa titik di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, yang hingga saat ini sama sekali belum dinikmati manfaatnya oleh masyarakat setempat.

Divisi Investigasi LSM Perak (Pembela Rakyat) Indonesia Rahman Samad dalam keterangan resminya, Jumat, (5/01/2024) meminta kejari Takalar untuk segera mengusut tuntas dugaan Proyek Mangkrak bantuan sarana dan prasarana Air Bersih melalui Sumor Bor Dalam dari Kementerian ESDM yang dibangun dibeberapa titik di wilayah kabupaten Takalar.

“Kami minta Kejari Takalar untuk segera mengusut tuntas masalah ini karena ini sangat merugikan masyarakat dan negara,” desaknya.

Aktivis yang aktif menyuarakan anti korupsi di Takalar ini menegaskan, sudah seharusnya bantuan proyek sarana dan prasarana Sumor Bor Dalam milik kementerian ESDM ini sudah diusut oleh pihak aparat penegak hukum di Takalar yang sudah tidak berfungsi dan tidak dinikmati masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

“Bantuan Proyek Sarana dan Prasarana air bersih sumor Bor Dalam milik kementerian ESDM ini yang kurang lebih nilainya satu item pembangunan 500 juta rupiah harusnya sudah tersentuh hukum Karena bertahun-tahun tidak berfungsi dan tidak dinikmati masyarakat setempat mulai selesai dibangun ditahun 2018 karena ini sangat merugikan masyarakat,” tegas Rahman.

Lanjut dikatakan, salah satu fakta yang dutemukan di lapangan yang titiknya di wilayah kecamatan Sanrobone tepatnya di Desa Banyuanyara proyek Sumor Bor, dalam ini sama sekali tidak dinikmati manfaatnya oleh masyarakat setempat selama bangunan itu selesai.

Seharusnya masyarakat disana yang sempat mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau kemarin sudah bisa menikmati air bersih dari Sumor Bor.

“Tapi karena tidak berfungsi masyarakat harus mencari alternatif lain agar bisa memenuhi kebutuhan air untuk dikonsumsi,” bebernya.

Daeng Kulle, sapaan akrab Rahman Samad menegaskan, masyarakat berharap agar Pihak aparat penegak hukum untuk memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proyek Sumor Bor Dalam yang tidak berfungsi selama bertahun-tahun, mulai dari perencanaan awal, pihak pelaksana, baik pemerintah setempat pada saat itu.(red)

EDITOR : SS.Nyampa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed