Warga Pampang, Korban Digigit Buaya Dibantaran Sungai Lakkang

PERISTIWA72 views

Ket.Gambar : Kaki kanan korban (Sam) mendapat 25 jahitan gegara digigit buaya di bantaran Sungai Lakkang Kec.Tallo Makassar Sulsel.(ist)

banner 970x250

———————————————————-

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Beranjak siang, Kakek Sam Daeng Sattuang (50) baru saja meninggalkan rumahnya di Kampung Pampang menuju muara bantaran Sungai Lakkang, Jumat 15 Desember 2023.

Pria paruh baya itu, ditemani Daeng Kama, sang isteri bersama cucunya.

Menggunakan perahu kecil (Lepa-lepa),  Sam berniat memetik bahan makanan Sayur Pappa alias Paku, yang merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di area sungai.

Namun apa daya. Belum sempat sayuran Paku itu dipetik di sela-sela rimbun pepohonan, sekejap itu pula kaki kanan Sam diserang-digigit seekor buaya raksasa yang diperkirakan mencapai lebar 50 cm dan panjangnya 3 meter.

Di tengah rasa panik dan takut, Kakek SAM meringis kesakitan dan berjuang melepaskan diri karena buaya itu memaksa membawanya kehabitatnya alias lobang persembunyiannya.

Tragedi yang memiriskan hati itu, mengantarkan korban dievakuasi ke RS.Ibnu Sina untuk menjalani perawatan intensif dengan 25 jahitan.

Menyikapi insiden tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar menghimbau, agar warga selaku waspada beraktivitas di sekitar Sungai Lakkang Kecamatan Tallo.

Pasalnya, kata dia, dibantaran sungai itu sudah menjadi habitat hewan melata ganas ketika kelaparan.

“Kita harapjan, aktifitas warga di sekitar Sungai itu untuk selalu waspada kareba mereja tahu ada buaya yang sewaktu-waktu mengintai. Juga, kalau buayanya kelihatan di daratan segera saja melapor ke Damkar,” kata Kabid Penyelamatan Damkar Makassar Idham, Jumat (14/12/2023).

Ket.Gambar : Estimasi besarnya buaya yang berseliwerang di Sungai Pampang-Lakkang saat kelaparan.(Ilustrasi)

——————————————————-

Idham lantas mengungkap dugaan buaya itu keluar dari habitatnya mungkin karena kelaparan dan mencari makan.

“Karena pertama mungkin makanan mereka sudah berkurang di sekitar situ. Kedua merasa terganggu, akhirnya cari tempat lain untuk ini,” imbuhnya.

Idham berjanji, akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel untuk penanganan lebih lanjut.

Idham menyarankan, habitatnya diseputar Sungai Lakkang seyogianya dipasang semacam papan bicara, papan peringatan untuk warga sebelum merenggut nyawa.

Kini, korban Sam kembali berkumpul dengan keluarganya sembari menunggu proses penyembuhan dari gigitan predator ganas sungai-laut yang sangat mengancam keselamatan jiwa warga di area pemukiman penduduk.(red)

KORLIP : Saiful Ngemba

EDITOR : Rahman S Kulle

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed