Lagi, Demonstran Geruduk PLN UID Sulselrabar

PERISTIWA18 views

Pejabat Agussalim Terima Perwakilan Dua Aliansi Massa

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Beberapa pekan ini, sejumlah elemen masyarakat termasuk mahasiswa, silih berganti menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) di Jalan Letjen Hertasning, Makassar kembali terjadi, Selasa (5/12/2023). 

Jelang petang, hari ini, puluhan massa dari dua Aliansi yakni Mahasiswa dan Rakyat serta Aliansi Buruh Tolak Upah Murah (Atom), datang menggeruduk perusahaan ‘plat merah’ itu sembari berorasi secara bergantian.

Meneriakkan aspirasinya, para demonstran menggunakan mobil komandan dan membakar ban bekas, tepat dipintu masuk Kantor PLN.

Fokus tuntutannya, menolak keras upah murah atau nilai kompensasi imbas dari terjadinya pemadaman listrik bergilir di wilayah Sulsel lebih kurang tiga bulan lamanya.

Massa menilai, pihak PLN tidak mampu bekerja profesional terurama dalam melindungi konsumen maupun memberikan pelayanan memuaskan kepada masyarakat.

“Kami menolak upah murah. Sesuai dengan aturan bahwa hak dari konsumen adalah harus mendapatkan listrik secara terus menerus dan bukan langkah pemadaman,” teriak pendemo, yang mengaku sebagai Jendral Lapangan.

Dikatakan,  dampak dari pemadaman listrik, menyebabkan ada buruh yang di PHK.

“Bahkan dari dampak pemadaman bergilir ini ada beberapa buruh yang di dilakukan pemutusan kerja, khyususnya di Kota Makassar,” kecamnya.

Aksi sempat terhenti gegara Adzan Masjid berkumandang, namun tidak menghentikan kobaran api yang menyembulkan kepulan asap hitam yang membumbung ke langit.

Selang beberapa menit, usai Sholat Ashar, pihak PLN yang diwakili Agus Salim (Pejabat Humas) menerina perwakilan dua Aliansi demonstran, dengan pengamanan ekstra ketat dari personel kepolisian dibantu anggota TNI.

Apa hasil dari pertemuan itu, inilah yang kurang melengkapi pemberitaan para media karena pihak PLN sendiri kurang aktif memberi siaran pers ataupun dalam bentuk rilis berita.

Akibatnya, berita yang terekspos kerap kurang berimbang lantaran PLN sendiri yang kadang apatis dan irit memberikan keterangan.(red)

KORLIP : Saiful Ngemba

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed