PLN UID Sulselrabar Tebar Janji Kompensasi

EKOBIS28 views

Buntut Pemadaman Listrik Bergilir Merugikan Pelanggan

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Namanya pemadaman listrik, pastilah menuai prihatin dan rasa dongkol.

Artinya, publik dibuat gerah, kesal bahkan sorotan tajam ditujukan pada perusahaan ‘plat merah’ yakni PT. PLN (Persero).

Keresahan masyarakat ikwal terjadinya padam listrik bergilir di Kota Makassar Sulsel, efeknya sangat luar biasa karena mengorbankan dan merugikan para pebisnis maupun pelaku usaha UMKM.

Melihat kinerja buruk dan melambatnya progres perbaikan sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), yang nota bene terganggu akibat fenomena El nino, memicu berbagai elemen masyarakat menggeruduk Kantor PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, dengan menggelar aksi demo di poros Jalan Hertasning.

Lantas apa respon dan solusi PLN terkait padam listrik yang tak kunjung tuntas ?

“Yah..kita harapkan masyarakat pelanggan untuk tetap bersabar karena kami pun sudah maksimal berbenah. Kendalanya, sistem kelistrikan Sulbagsel sangat bergantung pada sumber listrik dari PLTA, yaitu sebesar 33 persen dari total pasokan listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat Moch Andy Adchaminoerdin.

Di sisi lain, katanya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani maintenance (pemeliharaan) sehingga manajemen beban kembali normal.

Diakui Andy, PLN kini telah memproses kompensasi pelanggan kepada kurang lebih 2,1 juta pelanggan di Sulselrabar, yang terdampak manajemen beban sesuai dengan Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2023 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya.

“Bagi pelanggan yang terdampak, PLN akan memberikan kompensasi pengurangan pembayaran bagi pelanggan kWh pascabayar. Sedangkan bagi pelanggan kWh prabayar, PLN telah menyalurkan kompensasi melalui penambahan kWh saat pembelian token,” janjinya.

Dijelaskan Andy, bagi pelanggan pascabayar, kompensasi tersebut akan tersalurkan secara otomatis saat pembayaran tagihan. 

Sementara, khusus pelanggan prabayar akan mendapatkan token kompensasi saat melakukan pembelian token terbaru.

Andy menambahkan kompensasi dapat dicek di bagian paling bawah slip pembelian token. 

Selanjutnya, nomor token tersebut dapat diinput pelanggan prabayar di kWh meternya untuk mendapatkan penambahan kWh kompensasi.

“Bagi pelanggan prabayar yang sudah telanjur membuang slip pembayaran tanpa sempat melihat dan memasukkan token kompensasi jangan khawatir, pelanggan dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi PLN Mobile,” paparnya lagi.

Hal lain, ditambahkan Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Ahmad Amirul bahwa

berkat keberhasilan Teknologi Modifikasi Cuaca, beberapa PLTA sudah mulai beroperasi maksimal untuk menyuplai pasokan listrik.

Pihaknya pun,  terus mengupayakan penambahan pembangkit dan mengoptimalkan sistem interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang.

“Kami upayakan juga dengan penambahan pembangkit yang saat ini sudah masuk 30 MW.  Kemudian akan masuk lagi tambahan 50 MW pada akhir Desember 2023. Kami juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada Maret 2024,” rinci Ahmad Amirul.

Bagaimana pengecekan  kompensasi melalui Aplikasi PLN Mobile, Nih Carnya : 

1. Buka Aplikasi PLN Mobile, aplikasi ini dapat diunduh melalui AppStore dan Playstore

2. Klik layanan Kelistrikan pada Aplikasi PLN Mobile

3. Pilih No. ID pelanggan yang dimiliki

4. Pilih Riwayat Pembelian Token

5. Input No token kompensasi yang tertera pada struk pembelian token.(red)

KORLIP : Amir Gassing – Saiful Ngemba

EDITOR : Rahman S Kulle

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed