Tambang Ilegal Dusun Passimbungang Wajar Nipassimbung ?

PERISTIWA81 views

Berpotensi Terjadi Longsor dan Merusak Ekosisten Lingkungan

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Tak dapat disangkal, menyebut soal aktivitas penambangan yang diduga banyak ilegal alias tak mengantongi izin resmi, pastilah pikiran publik tertuju ke Kabupaten Gowa.

Kenapa begitu, ya memang dari sononya tak bisa terbatahkan lantaran sejumlah tempat atau lokasi tambang liar di Gowa terkesan dilakukan pembiaran tanpa memberikan tindakan tegas dari aparat pemerintah maupun pihak yang berkompeten lainnya.

Mirisnya, meskipun lokasi penambangan itu diketahui ilegal namun aparat kerap bersikap apatis dan tutup mata.

Kondisi seperti utulah yang terjadi di Dusun Passimbungang Desa Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat Gowa. 

Adanya tambang liar itu, memicu keresahan warga dan merasa  tidak nyaman karena aktivitas oknum-oknum yang tidak bertangguugjawab itu hanya memirkan kepentingan bisnis pribadi untuk meraup keuntungan besar, sementara penambangan itu efek negatifnya sangatlah besar dengan merusak ekositem lingkungan dan mengganggu aktivitas warga.

“Pemerintah daerah dan seluruh elemen terkait harusnya bisa memberi perhatian, dan menjalankan amanat UU Nomor 38 tahun 2004 tentang larangan terhadap oknum yang melakukan kegiatan yang merusak jalanan umum. Saya juga berharap agar pemerintah daerah bisa menindak tegas oknum-oknum pelaku penambangan ilegal yang ada di Dusun Passimbungan Bontomanai Bajeng Barat,” sorot warga, Senin (20/11/2023)

Paling meresahkan dan mengkhawatirkan warga, apabila penggalian tanah terus dilakukan, dapat mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan bencana alam lainnya.

“Saya meminta kepada pihak yang terkait, dalam hal  ini kapolda Sulawesi selatan untuk segera menindak lanjuti mengenai permasalahan yang selama ini terjadi lebih khusus di Dusun Passimbungang. Secara khusus kepada Bupati gowa dan DPRDGowa untuk bisa bersama-sama menyikapi kasus ini, demi keselamatan lingkungan dan ketenangan masyarakat Bajeng Barat,” pinta warga yang enggan ditulis namanya.(red)

KORLIP : Rahman S Kulle

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed