Petani Bajeng Gowa Panen Raya Padi

EKOBIS37 views

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

banner 970x250

Setelah petani Kabupaten Maros usai panen padi di tengah kondisi El Nino, toh hal serupa juga dinikmati petani di Kabupaten Gowa.

Panen raya tersebut, berlangsung di Desa Bontosunggu Kecamatan Bajeng seluas 250 hektar sawah, Sabtu 21 Oktober 2023.

Kegiatan ini, dihadiria langsung Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan para pejabat Pemprov Sulsel lainnya serta Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Abdul Karim Dania.

“Alhamdulillah hari ini sukses panen. Atas nama pemerintah provinsi, saya mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa petani. Ini perlu didukung karena meskipun daerah lain kekeringan, tapi petani Bajeng justru bisa tetap panen raya seluas 250 hektar,” ungkap Bahtiar.

Hal lain, Pj.Sekda Gowa Abdul Karim Dania mengatakan, program ini ada berkat kolaborasi seluruh pihak. Khususnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi sehingga bisa dilakukan panen raya.

Keberhasilan panen padi ini, katanya, merupakan Gerakan Percepatan Tanam (Gertam) antisipasi fenomena El Nino di Kabupaten Gowa.

Karim Dania mengatakan, program ini ada berkat kolaborasi seluruh pihak. Khususnya bantuan. 

“Tentu kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi karena telah mendukung dengan memberikan bantuan bibit inbrida kepada masyarakat kami. Semoga ke depan terus memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung pemingkatan produksi padi di Gowa,” harapnya.

Disebutkan, luas baku sawah di Gowa mencapai 32.903 hektar, dengan indeks pertanaman IP200 dan IP300. Khusus Kecamatan Bajeng memiliki luas baku sawah 3.004 hektar dengan indeks pertanaman IP300.

Hal senada, disampaikan pula

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Fajaruddin, bahwa Gertam ini dilakukan sebagai upaya dalam mengatasi kekeringan.

Program Gertam ini, terangnya,  merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten ini memberikan bantuan bibit unggul yang masa panennya hanya berkisar 70-75 hari.

“Pemkab Gowa melakukan berbagai upaya dalam mengatasi el nino, selain gertam ini, kita juga mengadakan sumur bor, dan pompanisasi,” ungkapnya.

Fajaruddin mengaku, selain di Kecamatan Bajeng, Gertam ini juga dilakukan di beberapa kecamatan yang memiliki kondisi tanah yang subur dan memiliki potensi air yang banyak.

Seperti, bebernya, Kecamatan Bajeng Barat, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Barombong, Pattallassang dan Bontomarannu.

Manajer Pemasaran Sulselbar Pupuk Indonesia Mardani menjelaskan khusus untuk penyaluran pupuk subsidi, Kabupaten Gowa yang terbaik serapannya, yakni sudah 80 persen. Di empat distributor yang ada, stoknya cukup.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat mron Rosidi, merasa bersyukur dengan adanya panen, sehingga Sulsel tidak kekurangan beras. 

Begitupun, Deputi Direktur Bank Indonesia Edy Kristianto menyatakan petani Gowa mempunyai sumur pompa sendiri.

“Kami dari Bank Indonesia akan terus mendukung program tim pengendalian inflasi daerah, terutama arahan dari Bapak Gubernur,” tukasnya.(red)

KORLIP : Muh Yusuf – Anwar Lasilu

EDITOR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed