SYL: Jangan Ada Stigma Menghakimi Saya Dulu

NASIONAL50 views

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

banner 970x250

Rasa penasaran publik, terkait bagaimana komitmen dan pendirian Mantan Syahrul Yasin Limpo (SYL) pasca pulangnya dari Italia dan Spanyol, ternyata sudah terkuak jawabannya.

Sepulang dari lawatan dinas diluar negeri, SYL menemui Ketua Umun Partai Nasdem Surta Paloh selanjutnya menyambangi Polda Metro Jaya, pamintan di Kantor Kementann RI dan mendatangi Mensegneg Pratikno membawa surat pengunduran dirinya sebagai Menteri kepada Presiden Jokowi.

Mantan Gubernur Sulsel.dua periode itu menyatakan,  alasan pengunduran dirinya dari jabatan menteri lantaran saat ini ada proses hukum yang sedang dihadapinya.

“Alasan saya adalah ada proses hukum yang saya hadapi dan saya harus siap hadapi secara serius,” tegas Syahrul,  Kamis (5/10/2023).

Setelah membawa surat pengunduran diri, SYL pun meminta untuk dijadwalkan dirinya bertemu Presiden Jokowi.

Sayang, sampai berita ini dipublis, permintaan SYL belum terpenuhi mengingat agenda kegiatan Presiden Jokowi sangat padat.

Secara tegas, SYL penyandang gelar Profesor dari Civitas Akademika Unhas itu meminta masyarakat agar tak langsung menghakiminya terkait kasus hukum yang menjeratnya saat ini. Ia berharap proses hukum bisa berlangsung dengan baik.

“Saya berharap jangan ada stigma dan perception of innocence, maksudnya menghakimi saya dulu. Biarkan proses hukum berlangsung dengan baik dan saya siap hadapi,” pintanya.

Ket.Gambar : Sebuah mobil mewah yang disita Tim Penyidik KPK di kediaman SYL di Kota Makassar Sulsel.(rep)

—————————————————–

Menurutnya, selama ia menjabat sebagai pemimpin daerah dari lurah hingga kepala daerah, tak pernah menghadapi kasus hukum seperti saat ini. 

“Saya orang Bugis Makassar, dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat maupun jabatan, biarkan saya hadapi ini, dan beri saya kesempatan membuktikan bahwa saya terbiasa ngurus rakyat,” pungkasnya SYL, eks Bupati Gowa itu.

Untuk diketahui, KPK resmi mengumumkan kasus korupsi di Kementan naik ke tahap penyidikan pada 29 September 2023. 

Tim penyidik KPK , pun telah melakukan penggeledahan sebagai upaya pengumpulan bukti.

 Salah satu yang digeledah yaitu Rumah Dinas Mentan di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kantor Kementan, kediaman atau rumah pribadi SYL di Kota Makassar Sulsel yakni Kompleks BPH Jl.Sultan Alauddin dan Jl.Pelita Raya.

Hasilnya, tim penyidik menemukan uang tunai sekitar Rp 30 miliar yang terdiri atas pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. 

Selain itu, KPK juga mengamankan 12 pucuk Senjata Api (Senpi) dari.berbagai jenis termasuk menyita sebuah mobil mewah merek AUDI.A6 dari kediamannya di Kota Makassar.(Timred)

PEMRED : Ardi Tahir

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed