Asuransi Jasindo ‘Rugikan’ Peternak dan Petani

NASIONAL21 views

Komisi IV DPR RI :  Kalau Tak Mampu Membayar, Hentikan Kerjasamanya.

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

‘Kalau sudah tak sanggup (bayar ganti rugi). Harusnya diberhentikan (kerjasamanya), cari asuransi yang lebih bonafit dan bertanggungjawab”.

Demikian, ditegaskan sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI, terkait kisruh telatnya respon asuransi BUMN, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam mencairkan klaim asuransi berupa ganti rugi kepada para peternak dan petani.

Sorotan tajam pun dilontarkan Dr.H.Azikin Sokrhan, salah seorang Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra.

Menurutnya, ketika peternak sudah mulai melek akan pentingnya asuransi, ini malah perusahaan melambat dalam memproses kasus ini (kasus kematian ternak),  ini sangat disayangkan,.

Kekesalan Azikin Solthan, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pejabat Eselon I Kementan RI, Senin (04/09), juga  diamini Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Haeruddin Ami.

Dia menyayangkan sikap Jasindo yang kurang tanggungjawab.

Padahal, terang  Haeruddin, semestinya Asuransi Jasindo yang telah dipercaya untuk menjalankan penugasan dan program pemerintah seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) segera bertindak untuk membantu, menyelamatkan dan melindungi para petani dan peternak dari resiko kerugian akibat gagal panen atau risiko kematian atau kehilangan hewan ternak.

Terkait persoalan pembayaran ganti rugi bagi para petani dan peternak itu lambat dan menimbulkan tanda tanya besar bagi banyak pihak, sehingga Komisi IV DPR RI pun berencana untuk memanggil Asuransi Jasindo.

Pemanggilan tersebut, dilakukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa yang menjadi kendala dan tantangan PT Jasindo dalam mencairkan klaim asuransi berupa ganti rugi kepada para peternak dan petani.

Rencananta, minggu depan akan panggil untuk mempertanggungjawabkannya. Gimana tanggungjawab perusahaan terhadap peternak dan petani ini, apa masalahnya.

“Kalau sudah tak sanggup (bayar ganti rugi). Harusnya diberhentikan (kerjasamanya), cari asuransi yang lebih bonafit dan bertanggungjawab,” desak Haeuddin Ami.

Untuk diketahui, dalam rapat dengar pendapat antara komisi IV DPR RI dengan pejabat eselon I di Kementan ini telah disepakati akan mengevaluasi asuransi Jasindo.

“Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian untuk mengevaluasi kerjasama dengan asuransi Jasindo atas asuransi usaha tani padi dan asuransi ternak sapi terkait sulitnya klaim,” tukas Ketua komisi IV DPR RI, Sudin. (r/red)

EDITOR : Mustafa – Tajuddin

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed