oleh

Gubernur ASS ‘Wariskan’ Utang Pat-Gulipat

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Sebagai pasak kunci pemerintahan di Sulsel, masa jabatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) segera berakhir di awal bulan depan, tepatnya 5 September 2023.

Menapaki kepemimpinannya selama 18 bulan sebagai Gubernur dan lebih kurang 3 tahun mendampingi NA yang terjerat kasus korupsi, toh terobosan dan capaian prestasi ASS tentulah ada.

Namun, di aspek lain, berbagai kelemahan dan kekurangan di masa kepemimpinannya pun tak bisa ngumpet.

Beragam pertanyaan publik pun menggelinding, ikwal hasil kinerja Gubernur ASS.

Yang menarik dicermati, di sela-sela rapat paripurna pengumuman masa jabatan ASS, salah seorabg unsur pimpinan DPRD Sulsel, angkat bicara dan menguliti habis rapor ‘merah’ ASS, Jumat 4 Agustus 2023.

Adalah Ni’matullah Erbe, Wakil Ketua DPRD Sulsel, yang bicara blak-blakan menyoroti kinerja gubernur.

“Mulai dari struktur pemerintahan yang tak pernah sempurna karena selalu saja ada jabatan strategis yang dibiarkan lowong dan hanya diisi oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt), hingga soal pengelolaan anggaran APBD,” ungkapnya.

Hal yang krusial, terang Ni’matullah, di akhir-akhir masa jabatan ASS didera persoalan beban utang Pemprov Sulsel yang jumlahnya cukup besar dan belum terbayarkan.

Kiri :Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe.(rep)

“Soal.beban utang ini bukan perkara gampang. Kita mau mengingatkan siapa pun yang mau jadi Pj Gubernur Sulsel, bahwa anda sedang menghadapi pemerintahan yang sedang tidak baik-baik saja,” sorotnya.

Begitu beratnya  beban utang tersebut, membuat Politisi Demokrat itu khawatir dan meyakini bisa jadi akan tercatat dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Sulsel sebagai gubernur yang mewariskan utang terbanyak.

“Contohnya, tahun ini kita memperoleh limpahan utang dari tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun. Itulah jumlah utang paling besar selama pemerintahan ini ada,” bebernya.

Nilai hutang Rp1,2 triliun itu, jelas Ni’matullah, telah membebani APBD TA 2023 karena anggaran yang sebelumnya diperuntukkan untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, justru dipakai untuk membayar utang.

“Sebelumnya pernah terjadi cukup besar karena Covid-19, itu hanya Rp600 miliar. Tapi, sekarang ini kita menghadapi hutang Rp1,2 triliun. Itu artinya APBD tahun 2023 itu menanggung beban yang kita tidak bicarakan waktu ditetapkan. Berarti akan ada uang untuk APBD tahun 2023 ini dipakai untuk membayar hutang Rp1,2 triliun,” katanya..

Disebutkan, total utang yang nantinya diwariskan ASS jumlahnya mencapai Rp1,8 triliun, yang terdiri dari utang PEN, utang DBH, dan utang pihak ketiga.

“Sebanyak Rp.720 miliar itu utang Dana Bagi Hasil (DBH)H ke kabupaten/ kota yang kita tidak bayar 2022. Nanti tahun ini baru dibayar (sebagian sudah dibayar. Kemudian ada utang PEN, pekerjaan proyek-proyek PEN itu hampir Rp180 miliar. Sisanya itu program-program lain baik pertanian, Disdik, PU, dan Rumah Sakit,” rinci Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Intinya, kata dua, utang Rp1,2 triliun itu tidak kecil bagi provinsi sebesar Sulsel. Kalau Sulsel tidak terbebani ini maka kita sudah bisa selesaikan Stadion Mattoanging.

“Yang kami takutkan, ini kan dari 2022 ke tahun 2023. Kalau ditangani tidak secara baik APBD ini, maka dia akan menjadi roll over. Artinya bergulir terus mempengaruhi tahun depan,” pungkasnya.

Dengan kondisi, Ullah mengingatkan bagi PJ Gubernur nantinya untuk jeli mengetahui kondisi keadaan di pemerintahan Gubernur ASS. Bukannya, mau masuk surga tapi mau masuk neraka.

“Sangat berat yang akan menanggung APBD kita tahun depan, belum lagi Pileg maupun pilkada yang membutuhkan anggaran besar, itu duitnya darimana,” tukasnya dengan nada bertanya.

Terlepas adanya utang pat-gulipat yang ‘diwariskan’ untuk Sulsel, namun dari sisi lain ASS pun dianggap berhasil torehkan capaian prestasi pembangunan.

Sebut saja, pembanguan infrastruktur wilayah terisolir, mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualuan (WTP) dan menggagas progtam Mandiri Benih Andalan.(red)

KORLIP : Rahman Samad – Amir Gassing

EDITOR : Mustafa – Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed