oleh

Jujur Demi Kebenaran, Jangan Mundur

Kiat Kepsek SMA 3 Makassar Drs .Nasriadi M, M.Pd

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Bersikap begitu tenang setiap menghadapi lawan bicaranya namun ketika berujar suaranya lantang dan bermuatan ketegasan.

Demikian kesan, saat Jurnalis Senior berhadapan dengan kepsek SMAN 3 Makassar, salah satu kepala sekolah yang diberondong tamu diakhir PPDB dan dirinyapun tak pernah lelah melayaninya,

“Seluruh tamu saya layani, karena ruangan terbatas, saya biarkan antri dan saya hadapi hingga diluar jam kantor. Ini tugas sebagai abdi negara semua harus mendapat penjelasan yang memuaskan,” timpalnya.


Lebih jauh Nasriadi, bapak dari dua orang anak yang mengawali kariernya selaku PNS di Polmas (Kini : Provinsi Sulbar) menjelaskan, fenomena PPDB menurut saya banyak membawa berkah terutama dari segi mengenal beraneka ragam karakte manusia, disaat berusaha mencapai keinginannya sementara jalur lagi tidak memungkinkan.

Disinilah tantangan seorang manager sekolah, harus tegas jika tidak ada jalan,

“Artinya kita harus jujur dan berani mengungkapkan penolakan.Jujur dan demi kebenaran, jangan mundur,” tegas Nasriadi bersemangat.

Menurutnya, selama babakan PPDB dimulai hingga babak akhir, warga masyarakat banyak yang datang melakukan pendekatan mengharap anak didiknya bisa tembus di sekolah favorit yang diinginkan.

Dan ini sangat mustahil karena kuota memang sangat terbatas.

Meski, terang Nasriadi, warga tak bisa disalahkan, kita maklumi saja dan beri penjelasan yang bisa memuaskan dan tidak begitu kecewa.

Menyinggung, soal kurikulum yang terus mengalami perubahan dan kadang masyarakat tidak mengerti.

Contohnya, sebut dia, kurikulum K13 yang diterapkan terkadang menjadi sandungan untuk pindah ke sekolah yang telah lebih dahulu menerapkan kurikulum Merdeka belajar.

Menurut Nasriadi, memang agak rumit Sebab di K.13, terbagi dengan jurusan sementara di Merdeka belajar tak ada lagi, tinggal pemilihan mata pelajaran,

“Saat ini sementara digodok regulasinya yang pas sehingga semua bisa terakomodir dan dua kurikulum ini bisa dikawinkan tanpa ada rintangan yang berarti,” tuturnya.(red)

WAPEMRED : Ahmadi Haruna

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed