oleh

Jalan Tani Dusun Bontoa Sanrobone Disoal

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Ekspektasi pemerintah mengelontorkan anggaran untuk pemenuhan program infrastruktur jalan tani tentu saja harus berkualitas sehingga bisa awet dan bertahan lama untuk digunakan masyarakat umum.

Namun, yang terjadi di dusun Bontoa Desa sanrobone Kecamatan sanrobone Kabupaten Takalar Sulsel, justeru mengerutkan dahi lantaran hasil pekerjaannya dinilai sembrono alias dikerja asal-asalan.

Pembangunan yang dimaksud yakni infrastruktur pekerjaan jalan tani diduga tidak sesuai dengan RAB.

Hasil investigasi MEDIA ini di lapangan menunjukkan, pembangunan infrastruktur jalan tani Dusun Bontoa di Kecamatan Sanrobone, secara kasat mata sangatlah memprihatinkan gegara dikerja serampangan.

Pasalnya, dari pantauan media ini dilokasi pekerjaan ada beberapa yang janggal pada pekerjaan ini, yakni pondasi talud cuma disasar, salain itu dilokasi pekerjaan pun tidak terpajang papan proyek selain kamis 22 Juni 2023.

Padahal, sesuai UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 1 ayat 4 ( pemberantasan tindak pidana korupsi adalah serangkaian kegiatan untuk mencegah dan memberantas terjadinya tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Ironisnya lagi, kuat dugaan bahwa pihak terkait lebih mengutamakan keuntungan dibanding kualitas.

Sementara, kades sanrobone saat disambangi diruang kerjanya mengatakan, pekerjaan yang ada di dusun Bontoa itu adalah dari dinas pertanian

Selain itu salah satu oknum pegawai dinas pertanian inesial ( i ) saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan itu dikerjakan oleh inisial J, yang juga selaku kelompok tani.(red)

KORLIP : Rahman Samad

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed