KIBa Diminta Layani Investor Dengan Ramah dan Pasti

EKOBIS27 views

Bupati Ilham Azikin Terima Stidi Kelayakan

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Keberadaan investor yang berminat menanamkan modalnya di suatu daerah, salah satu dispensasimesti diberikan adalah mempermudah layanan perizinan, ramah dan adanya kepastian.

Ekspektasi tersebut, disampaikan Bupati Bantaeng Ilham Azikin, di sela-sela menerima Studi Kelayakan Pengembangan Kawasan Industri Bantaeng (KIBa) dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu 7 Juni 2023.

Dikatakan, pemerintah provinsi secara nyata dan sesuai dengan kewenangan memberikan dukungan kepada pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait dengan eksistensi KIBa.

“Salah satunya itu adalah studi kelayakan pengembangan KIBa. Studi ini tentu penting karena akan menjadi landasan bagi kami pemerintah daerah dan pengelola kawasan dalam menindaklanjuti beberapa hal yang bersifat regulatif terkait dengan KIBa,” terangnya.

Ilham Azikin menjelaskan, studi kelayakan pengembangan KIBa ini juga yang akan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan semua investor yang berminat untuk beraktifitas di Kawasan Industri Bantaeng, termasuk rencana investasi yang akan membangun pabrik baterai di Kabupaten Bantaeng dengan nilai investasinya mencapai Rp 135 triliun.

Menurutnya, tidak hanya industri baterai ini tapi seluruh industri yang akan melakukan investasi di kawasan industri Kabupaten Bantaeng acuannya adalah studi kelayakan, ini sesuatu yang mendasar.

“Alhamdulillah, pemerintah provinsi memberikan support kepada kawasan industri dan pemerintah kabupaten agar kesiapan KIBa betul-betul menerima investor secara ramah dan pasti,” harap Bupati jebolan Institut Ilmu Pemerintahan itu.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam video konferensi pers yang beredar mengatakan pihak Inggris bakal melakukan investasi jumbo di Bantaeng, Sulsel.

Inggris bakal membangun pabrik baterai dengan investasi sebesar Rp 135 triliun.

Percepatan investasi Inggris tersebut, dilaporkan Bahlil langsung ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.(r/nani/red)

EDITOR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed