SMPN 27 Makassar Sajikan Dampo Pisang

PENDIDIKAN24 views

Upaya Melestarikan Kearifan Lokal

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Sale pisang atau olahan pisang dalam bentuk kering atau dikenal juga dengan nama lokal dampo’ pisang disajikan oleh siswa Sekolah Penggerak UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar pada gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila yang digelar di ruang lab IPA pada Rabu (31/5/2023).

Berbagai rasa dampo pisang seperti original, coklat, coklat keju, green tea dan strobery dikemas rapi dalam plastik.

Ini adalah produk hasil kegiatan projek siswa kelas VII yang menerapkan kurikulum merdeka. Pada dinding ruangan tampak pula puluhan karya berupa poster, mind mapping warna-warni dan foto-foto kegiatan yang dipajang rapi.


Kegiatan gelar karya yang dihadiri siswa kelas VII, guru, dan pengawas sekolah diawali dengan testimoni dari dua orang perwakilan siswa, Risma Handayani dan Yulia Jasmin. Risma menceritakan pengalamannya selama melaksanakan projek.

”Kami diberi pemahaman tentang jenis-jenis pisang, setelah itu kami ke pasar untuk membeli pisang yang cocok dibuat dampo’. Kami juga melakukan wawancara dengan penjualnya” kenang Risma.


Siswa lainnya, Yulia Jasmin menjelaskan bagaimana proses pembuatan sale pisang. “Pertama tama pisang kepok dibelah jadi dua, lalu kami keringkan di bawah sinar matahari kira-kira 3-5 hari” cerita Yulia.


Koordinator projek Abdul Hafid, SE yang juga wakil kepala sekolah bidang kurikulum dalam laporannya menyampaikan bahwa pada semester ini dilaksanakan dua tema projek yakni suara demokrasi pemilihan ketua OSIS dan tema kearifan lokal dengan judul dampo’ pisang.

”Kami melaksanakan dua projek yakni suara demokrasi dan kearifan lokal dengan judul dampo pisang” jelas Hafid.


Sementara, kepala sekolah Nurdin, S. Pd, SH., M.Pd. dalam sambutannya mengharapkan kegiatan gelar karya kedepannya dapat berlanjut dan lebih ramai dengan diterapkannya kurikulum merdeka pada semua tingkatan kelas di SMP Negeri 27 Makassar.

“Mudah-mudahan kegiatn berlanjut karena ini adalah akhir kegiatan bagi kelas VII. Setelah ini kedepan kita rencanakan, tabe kami laporkan juga kepada pengawas, Insya Allah tahun depan itu kita laksanakan KM (kurikulum Merdeka) di seluruh tingkatan kelas” terang Nurdin.


Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar, Drs. Syafri Hursyasia SY., MM., yang menghadiri kegiatan menganggap projek memberi pemahaman yang luar biasa.

“Pemahaman yang ditimbulkan memang sangat luar biasa yang jelasnya kita bergerak, muaranya jelas bisa dipahami bahwa saat ini kita menuju profil pelajar pancasila” tegas Syafri.


Ceremoni gelar karya kemudian diakhiri dengan pemutaran video hasil dokumentasi projek dan menikmati bersama produk dampo pisang berbagai rasa, hasil olah tangan siswa selama belajar dengan skema projek.(rls/Mansyur)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed