Bantaeng Terlama Daftar Tunggu Haji Nasional, Waduh…?

NASIONAL12 views

Bupati Ilham Azikin Hadiri Kegiatan Manasik Haji

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM.- BANTAENG :

Menunaikan Ibadah Haji, salah satu Rukum Islam, sangat diyakini menjadi dambaan seluruh umat muslim.

Hanya saja, untuk mewujudkannya tidak semudah yang dibayangkam karena melalui proses ketat dan berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Paling krusial, kuota haji inipun sangat terbatas membuat masyarakat mesti sabar menunggu karena masuk sebagai waiting list alias daftar tunggu.

Kondisi seperti itulah, yang dirasakan Pemkab Bantaeng Sulsel, dimana menjadi daerah pemecah ‘rekor’ sekaligus Juara Nasional sebagai daerah tunggu Haji TERLAMA, 47 Tahun di Indonesia.

Hal tersebut, terkuak saat dilaksanakan kegiatan  Manasik Haji dan Bimbingan Perjalanan Haji Tingkat Kabupaten Bantaeng 1444 H – 2023 M, berlangsung di Aula Kantor Kemenag Bantaeng, Kamis, 4 Mei 2023.

Manasik Haji tersebut,  dihadiri Bupati Bantaeng H. Ilham Azikin, Ketua Komisi VIII DPR RI H.Ashabul Kaffi, Kabag TU dan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel serta Kakankemenag Bantaeng.

Kakankemenag Kab. Bantaeng H. Muh.Ahmad Jailani melaporkan bahwa pelaksanaan Manasik dan Bimbingan Haji ini dilaksanakan sebanyak 10 kali dimana untuk Tingkat Kabupaten sebanyak 2 kali, sementara tingkat Kecamatan/KUA sebanyak 8 kali.

Jemaah Haji Kabupaten Bantaeng yang berangkat tahun ini berjumlah 178 Orang.

Dari kuota tersebut, terang Ahmad Jaelani, sudah termasuk tambahan kouta prioritas lansia sebanyak 4 orang.

Diantara 178 jemaah haji tersebut, imbuhnya lagi, terdapat salah seorang jemaah haji lansia yang sudah berusia 96 Tahun yang diperkirakan lahir pada tahun 1927 bernama Beddu M. Bin Boja, seorang Veteran asal Sabbanyyang.

Sementara, yang termuda 31 Tahun atas nama Kamaruddin Hidayat menggantikan Ibunya yang sudah meninggal dunia.

“Jika dihitung dan dibandingkan dengan jumlah kuota Kabupaten Bantaeng maka daftar tunggu haji di Bantaeng saat ini 47 tahun,” ungkapnya.

Kabag TU H. Ali Yafid mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel menyampaikan, dari 5 Rukun Islam, ibadah Haji lah yang memang berat, karena memiliki persyaratan khusus yakni Istitha’ah (kemampuan) baik Ruhiyah, Jasmaniyah dan Maaliyah.

Menurutnya, Kewajiban berhaji itu hanya sekali seumur hidup. Karenanya harus perbaiki niat dan persiapkan fisik yang prima, agar kita tidak hanya memperoleh Haji Maqbul tapi juga Mabrur.

“Artinya, Haji Maqbul jika syarat dan rukun haji dipenuhi, tapi Mabrur itu ukurannya adalah pasca berhaji, apakah ada perubahan sikap dan prilaku baik pribadi maupun sosial,” papar Ali Yafid.

Hal lain,  Bupati Bantaeng H. Ilham Azikin tidak mampu menutupi kesyukurannya, sebab pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa kembali normal dari segi kuota.

Bahkan, bebernya, ada tambahan kuota bagi lansia dan berharao kedepan kuota haji bisa bertambah lagi jumlahnya.

“Apalagi daerah kita juara nasional waiting list atau daftar tunggu terlama di seluruh indonesia yakni 47 tahun,” ucapnya

Bupati jebolan IPDN-STPDN Jatinangor itupun menitipkan pesan kepada para Calhaj yaitu menjaga niat, jaga kesehatan, jaga kesehatan, jaga kesehatan dan saling menjaga.

“Kultur di arab saudi beda dengan kultur kita di Indonesia dan Sulawesi, karenanya jaga sikap, patuhi aturan dan ikuti setiap ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kita,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Ashabul Kahfi mengapresiasi,  begitu besarnya antusiasme Umat Islam di Indonesia untuk berhaji, sehingga berdampak pada antrian panjang atau waiting list.

Kendati demkian, Politisi PAN itu mengklaim bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama terus berusaha melakukan lobbi lobbi agar Indonesia setiap tahunnya mendapatkan tambahan kuota haji.

Disebutkari, 221.000 kuota Nasional, Tahun ini terdapat 67 ribu lebih lansia yang akan berangkat haji, ada yang lansia mandiri ada juga yang tidak.

“Saya berharap, para Calhaj senantiasa menjaga kekompakan, saling bantu, saling jaga dan peduli, terlebih tagline pelaksanaan haji tahun ini yakni Haji Ramah Lansia,” harap Ashabul Kahfi

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti Bimbingan Manasik dan Perjalanan Ibadah Haji Tahun 2023 sebanyak 178 orang dengan klasifikasi laki-laki sebanyak 73 orang dan perempuan sebanyak 105 orang.

Adapun total pendaftar haji yang masuk dalam waiting list sejak 30 April 2010 sampai dengan 03 Mei 2023 sebanyak 8171 orang yang jika diestimasikan bagi pendaftar baru akan menunggu selama 47 tahun.(nani/red)

EDITOR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed