TPA Antang Bau Menyengat dan Rawan Longsor

BERITA27 views

DLH Makassar Adakan Pengerukan Sampah

banner 970x250

Ket.Gambar : Walikota Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto saat mengecek lokasi TPA Antang yang sudah over kapasitas beberapa waktu lalu.(rep)

——————————————————

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Namnya sampah, bau busuk menyengat pastlah tak bisa dihindari.

Tetapi, jika kondisi bau dilakukan pembiaran tanpa ada upaya pembersihan, sementara dituntut untuk ramah lingkungan, nah disitulah ‘PR’ Pemkot Maksssar, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus putar otak menyikapinya. 

Kini, pasca terjadinya banjir rob di Kota Makassar beberapa waktu lalu, warga masyarakat dibuat gerah gegara bau busuk sampah yang sangat menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang.

DLH Makassar pun merespons cepat, dengan melakukan pengerukan sampah TPA.

“DLH melakukan pembukaan akses jalan yang tertimbun oleh gunungan sampah pada saat musim hujan. Kita lakukan pengerukan dan itu menimbulkan bau yang sangat menyengat,” ujar Plt Kepala DLH Makassar, Ferdy Mochtar. Rabu 26 April 2023.

Menurutny,  pengerukan akses jalan dilakukan untuk memudahkan proses pembuangan sampah di area belakang TPA.

“Sampah yang kita kerukan adalah  pada tumpukan setinggi 10 meter,” terang Ferdy.

Dikatakan jika lahan TPA Antang saat ini masih tersedia sekitar 6 hektare.

Luas lahan ini, jelasnya lagi, dinilai masih bisa menampung volume sampah sekitar satu sampau dua tahun ke depan, sambil menunggu proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) rampung.

Ferdy menyebut, ketinggian tumpukan sampah di bagian depan TPA, tepatnya di dekat pintu gerbang sudah mencapai 50 meter dan rawan terjadi longsor.

Makanya, kadis menilai ketinggian sampah itu sangat berbahaya bagi aktivitas pengelolaan TPA, terutama saat musim hujan.

Saat ini, kata Ferdy, pihaknya membenahi saluran Kolam Lindi sepanjang 500 meter.

Pembenahan dilakukan, karena saluran Kolam Lindi juga mengalami penimbunan sampah selama musim hujan.

“Kolam Lindi sangat penting untuk proses pelarutan air dengan keanekaragaman plankton sehingga potensi pencemaran terhadap air dan tanah dapat diminimalisir terhadap lingkungan sekitarnya,” bebernya.

Sementara, untuk masa pembenahan di TPA Antang butuh waktu sekitar 3 pekan.

Diyakinkan Ferdy, DLH akan menerapkan sistem controlled landfill untuk meminimalisir bau menyengat selama pembenahan.

“Penyemprotan eko-ensim untuk meminimalisir bau menyengat juga akan dilaksanakan,” pungkasnya.

JURNALIS : Adytia – Solihin

EDITOR : Redaksi

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed