oleh

‘Memaknai Penentuan Hilal’

Catatan : DRS.HATTA HARUN, MM (Dewan Redaksi)

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Penentuan Hilal 1 Ramadhan dan Hilal 1 Syawal berdasarkan Hadis Rasulullah SAW dan AlQur’an.


Rasusulullah SAW Bersabda; ” Apabila kalian melihat ilal Ramadhan maka berpuasalah, dan jika kalian melihat Hilal bulan baru maka berbukalah tetapi jika mendung maka estimasilah alias cukupkan 30 hari ( Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim ).


Juga, Rasulullah SAW Bersabda dlm menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan:

“Sesungguhnya umatku ummiy tidak dapat menulis juga berhitung yakni terkadang melakukan puasa 29 hari terkadang 30 hari” ( Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim ).

Hadis tersebut diatas menjelaskan, bahwa fungsi dari rukyat hilal adalah untuk memastikan apakah 1 bulan itu 29 hari atau 30 hari.

Inilah pedoman dari Pemerintah dan sahabat” kita dari NU dalam menentukan Hilal 1 Ramadhan 1444 H dan 1 Syawal 1444 H melalui pertimbangan kemungkinan terlihatnya Hilal ( Imkanur-Rukyat ) dengan penetapan ketinggian Hilal minimal 3 derajat diatas horizon dengan sudut antara matahari dan bulan ( sudut elongasi ) 6,4 derajat.

Dan, pada 20 April 2023/ 29 Ramadhan 1444H belum terlihat Hilal sehingga Pemerintah dan sahabat “dari NU memutuskan untuk mencukupkan 30 hari puasa dan 1 Syawal 1444 H jatuh pada 22 april 2023 M.


Pada dasarnya saudara “kita dari Muhammadiyah menentukan Hilal dengan menggunakan Hisab ( perhitungan ) yaitu :
“Isyarat mengenai Hisab Bulan jika ditinjau dari Fhalalatunnasnya maka penentuan awal bulan dan waktu Sholat dapat ditentukan dengan Hisab” ( QS.Yunus 5 ).

Selain itu, dalam menentukan Hilal dengan menggunakan Hisab berdasar pada QS.Yasin 39-40.


“Telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga setelah ia sampai ketempat peredaran yang terakhir kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua, tidak mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malampun tidak dapatmendahului siang.

Masing” beredar pada garis edarnya” ( QS.Yasin 349 – 40 ).


Jadi, ada 3 pedoman dalam metode Hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan Hilal, yaitu :
1. Terjadinya bumi-bulan-matahari segaris ( konjungsi ), seperti tadi 20april 2023 pas terjadi gerhana matahari hibrida, dan nanti gerhana matahari terjadi pada saat konjungsi;
2. Peristiwa konjungsi terjadi sebelum terbenamnya matahari, dan
3.Pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada diatas horizon bumi.

Ketiga kriteria ini, berlaku untuk semua bulan dalam penentuan Hilal.


Kesimpulan : Berdasarkan kedua hadis Rasulullah SAW dan Al-Qur’an tersebut diatas maka baik metode Rukyat maupun metode perhitungan ( Hisab ) semua bisa kita ikuti selaku umat Rasulullah Muhammad SAW dlm penentuan Hilal 1 Ramadhan dan 1 Syawal.

Jadi berdasarkan metode Hisab, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H / 21april 2023 M, silahkan dilaksanakan (tidak ada masalah) dan metode Rukyat, hari raya Idul Fitri 1444 H/ 22 Spril 2023 M juga tidak ada masalah.


Yang tidak boleh dilaksanan, berpuasa di Bulan Ramadhan sampai 31 hari.
Demikian, Fastabiqul Khaerat.(red)

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed