Ketut : Stop Impor Jika CBP Mencukupi

NASIONAL17 views

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

banner 970x250

Rencana pemerintah mengimpor 2 juta ton beras akan segera dihentikan jika pasokan dari dalam negeri untuk memenuhi cadangan beras pemerintah atau CBP telah membaik,untuk mem perkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dari pengadaan beras dalam negeri,tutur Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan,Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa yang diselenggarakan secara Daring pada hari senin, 17 April 2023.

Ketut menyebutkan kuota impor beras sebesar 500 ribu ton kini sedang berjalan. Namun, kebutuhan selanjutnya akan ditinjau ulang dengan mempertimbangkan kemampuan pengadaan beras dalam negeri.

Targetnya 500 ribu ton masuk dulu. Kalau proses CBP dalam negeri potensinya bagus, begitu kami yakin bisa penuhi dari dalam negeri,sisanya ditunda.

Adapun berdasarkan catatan Perum Bulog per 15 April 2023, stok CBP baru mencapai 222.554 ton dari target sebesar 2,4 juta ton. Sedangkan pemerintah perlu segera mendistribusikan sekitar 640.590 ton beras untuk 21,35 juta keluarga penerima manfaat yang mana masing-masing keluarga menerima 10 kilogram beras untuk kebutuhan selama Maret-Mei 2023.

“Kalau tidak ada puso, Bulog bisa menyerap CBP dengan baik dan impor harus stop. Kalau belum, keran impor harus tetap kami buka. Dengan begitu, intervensi stabilisasi harga bisa tetap dilaksanakan,” kata Ketut.

Selain itu, menurut data Badan Pangan Nasional pada Januari 2023, beras impor yang masuk sebanyak 232.404 ton, kemudian disusul 200.913 ton pada Februari 2023. Angka tersebut, kata Ketut, sudah melampaui serapan CBP yang hingga kini tersendat karena harga gabah kering panen (GKP) dan beras yang masih lebih tinggi daripada harga pembelian pemerintah (HPP).

Tingginya harga GKP tersebut, Ketut menjelaskan karena disebabkan oleh keengganan petani di berbagai daerah untuk menjual hasil panennya. Menurut hasil survei Badan Pangan Nasional ke beberapa daerah, seperti di Pulau Lombok dan Bali, petani menyimpan setidaknya 20 persen untuk dikonsumsi sendiri.

“Akibatnya gabah kering giling (GKG) di lumbung beras bahkan menyentuh Rp 6.400 hingga Rp 6.600 perl kilogram. Padahal, pemerintah telah berupaya mengantisipasinya dengan menaikkan HPP untuk GKP dari Rp 4.200 menjadi Rp 5.000 per kilogram di tingkat petani dan Rp 5.100 per kilogram di tingkat penggilingan, sementara GKG sebesar Rp 6.200 per kilogram pada 15 Maret 2023,” jelasnya.(r/red)

EDITOR: Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed