Dewi Keluar, Giliran Haris YL Masuk Bui, Deh..?

HUKRIM215 views

Ket.Gambar : Dengan tangan diborgol, tersangka HYL tetap mengumbar senyum saat digelandang ke Lapas Kelas 1 Makassar. (rep)

banner 970x250

——————————————————-

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Terkait Kasus Dugaan Korupsi PDAM Makassar

Nama besar keluarga Yasin Limpo kembali tercoreng.

Penyebabnya, tiada lain terjerat kasus korupsi yang dilakukan sang anak.

Mirisnya, belum setahun Dewi Aryliniza YL Lepas dari jeruji besi Lapas Khusus Wanita Bollangi Gowa, kini giliran Haris Yasin Limpo (HYL) masuk bui gegara terseret kasus dugaan korupsi saat menjabat Dirut PDAM Makassar periode 2016 – 2019.

Apa hendak dikata, saat HYL menjalani pemeriksaan sebagai saksi, toh statusnya langsung ditingkatkan menjadi tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup.

“Iya benar (Haris Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Kasi Penerangan Hukum (Pekum Kejati Sulsel Soetarmi, Selasa 11 April 2023.

Kerugian negara, sebutnya, sekitar  Rp 20 miliar 318 juta.

Usai penetapan tersangka, terang Soetarmi, langsung digelandang ke Lapas Kelas I Makassar dengan menggunakan rompi tahanan kejaksaan.

Dijelaskan, kasus in bermula dari hasil audit BPK RI dan menemukan kelebihan pembayaran bonus ke pegawai pada tahun 2017 dan 2019 senilai Rp 8.318.213.130 atau sekitar Rp 8 miliar.

Selanjutnya, papar Soetarmi, audit BPK juga menemukan kelebihan pembayaran asuransi Dwi Guna serta premi dana pensiun ganda sejak 2016, 2018 dan 2019 senilai Rp 31.448.367.629 atau sekitar Rp 31 miliar.

“Terhadap temuan ini BPK meminta agar semua kelebihan pembayaran tersebut agar dikembalikan tapi tidak dikembalikan,” beber Soetarmi.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel Yudi Triadi mengatakan, selain tersangka HYL penyidik juga menetapkan satu tersangka lain dan ditahan yakni, Irawan Abadi, eks Direktur Keuangan PDAM Makassar, dengan penahanan 20 hari kedepan.

“HYL dan IA ditetapkan tersangka penyidik mendapatkan minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP,” katanya.

Dikatakan, Penyidik Kejati Sulsel menjerat tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) k 1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Ancaman penjara selama 20 tahun,” sebut Yudi.

Untuk diketahui, HYL yang merupakan  adik dari Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), pernah memegang sejumlah jabatan strategis baik di perusahaan maupun di partai.

Karir politiknya, pernah menjadi  anggota DPRD Makassar periode 2009-2014 serta Ketua Harian Partai Golkar Makassar.

Selain itu, pernah masuk dalam jajaran Komisaris Utama PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) pada tahun 2016 lalu.

Selanjutnya, didapuk menjabat Dirut PDAM Makassar dan sempat mencoba peruntungan maju sebagai bakal calon anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Dulsel 1 namun gagal melenggang ke Senayan Jakarta.

Dilansir dari situs elhkpn.kpk.go.id, Haris Yasin Limpo,  terakhir kali melaporkan kekayaannya untuk 2016 lalu.

Saat itu,  LHKPN-nya dilaporkan sebagai Komisaris Utama PT KIMA.

Total kekayaan Haris Yasin Limpo saat itu adalah Rp 4.684.281.983. Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan Rp 3.132.481.000, alat transportasi Rp 548.500.000, harta bergerak Rp 232.084.000, serta giro setara kas Rp 771.216.983.(red)

KORLIP : Muh Yusuf – Saiful Ngemba – Anwar Lasilu – Rahman Samad

9REDAKTUR : Mustafa – SS.Nyampa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed