Pasir Laut Galut Takalar Berujung Korupsi ?

BERITA, HUKRIM108 views

Kejati Sulsel Tersangkakan Eks Kepala BKAD Takalar

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Tergiur dan silau mata melihat nilai uang segepok, berbagai cara pun bisa dilakukan.

Persoalannya, jika pekerjaan yang dihadapi itu melenceng dari aturan, tentu konsekuensinya sangat besar.

Tapi, itulah keserakahan oknum-oknum pejabat tertentu yang, terkadang nanti tersaruk duri barulah menyesal bahwa yang dijalankan itu sangat beresiko hukum.

Fenomena itulah, setidaknya dirasakan Gazali Machmud (GM), mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Takalar Sulsel yang terseret kasus dugaan korupsi Pasir Laut tahun 2020.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menetapkan GM sebagai tersangka.

Hasil penyelidikan Kejati menilai, pengelolaan Pasit Laut di wilayah Galesong Utara (Galut) mengalami  kerugian negara yang mencapai Rp 7 miliar.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan mantan

“Yah, penyidik telah ditetapkan satu orang tersangka yaitu inisial GM, Eks Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar,” ujar Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (30/3/2023).

Dikatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti dan telah dilakukan ekspose kasus.

“Tadi tersangka dipanggil untuk pemeriksaan saksi dan selanjutnya berdasarkan pendapat dan hasil ekspose telah ditingkatkan menjadi status tersangka kemudian tersangka ini dilakukan pemeriksaan selaku tersangka dan didampingi oleh penasehat hukum,” terang Leonard.

Tersangka GM,langsung ditahan jaksa selama 20 hari di Lapas Kelas 1 Makassar.

Penahanan terhitung sejak tanggal 30 Maret sampai 18 April 2023.

“Tersangka ditahan selama 20 hari itu terhitung sejak tanggal 30 Maret 2023 sampai dengan 18 April 2023. Ditahan sementara di lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas 1 Makassar,” bebernya.

Kejati menyebutkan, kasus ini berawal sekitar bulan Februari 2020 hingga Oktober 2020 di wilayah perairan Takalar, tepatnya di Kecamatan Galesong Utara.

Saat itu, dilaksanakan kegiatan pertambangan mineral bukan logam dan batuan berupa pengurukan pasir laut yang dilakukan PT Boskalis Internasional Indonesia dalam wilayah potensi milik PT Alefu Karya Makmur dan PT Banteng Laut Indonesia.

Berdasarkan hasil penyidikan, GM diketahui menetapkan nilai pasar atau harga dasar pasir laut yang tidak sesuai dengan keputusan Gubernur. Saat

Masalah ini, jelas Leonard,  BPKAD menerbitkan ketetapan pajak daerah dengan menggunakan nilai pasar Rp 7.500 per meter kubik yang seharusnya Rp 10.000 per meter kubik.

“Nilainya bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai pasar atau harga dasar pasir laut sebagaimana yang diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor: 1417/VI/2020 tanggal 05 Juni 2020 tentang Penerapan Harga Patokan Mineral Bukan Logam dan Batuan Dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Bupati Takalar Nomor 09.a tahun 2017 tanggal 16 Mei 2017 tentang Pelaksanaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, serta dalam Pasal 6 ayat (3) Peraturan Bupati Takalar Nomor 27 tahun 2020 tanggal 25 September 2020 tentang Tata Cara Pengelolaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan,” paparnya lagi.

Dari penurunan harga pasar itu, maka dianggap terjadi penyimpangan karena mengakibatkan kerugian negara. Total kerugian negara mencapai Rp 7.061.343.713.

“Mengakibatkan kerugian keuangan pada pemerintah daerah Kabupaten Takalar senilai Rp. 7.061.343.713.

Hal ini, imbuh Kajati lagi, desuai dengan hasil pemeriksaan atau audit perhitungan kerugian negara yang telah dikeluarkan 3 Februari 2023 yang lalu.

Dalam kasus ini, pasal yang disangkakan terhadap tersangka ialah Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.(r/red)

KORLIP : Muh Yusuf – Rahman Samad

EDITOR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed