Pemkab Jeneponto ‘Cicil’ TPP ASN, Sessajaki !

DAERAH312 views

Sekda Arifin Nur : Dibayar Satu Bulan Dulu, Tersisa 3 Bulan

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :

Di penghujung masa jabatan Jeneponto Bupati Iksan Iskandar, akhir 2023, justeru kian menambah ‘bisik-bisik tetangga’ terhadap ketidak-mampuan memberikan kesejahteraan hidup masyarakat,  maupun dalam memperjuangkan insentih Tambahab Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN.

Publik pun terhenyak dan bertanya-tanya, apa memang kondisi kas daerah Pemkab  Jeneponto saat ini sudah bangkrut ataukah pura-pura krisis dana ?

Jawabnya, yang lebih tahu tentu Bupatinya sendiri.

Yang pasti, saat ini Pemkab Jeneponto pusing ‘tujuh keliling’ gegara  tak mampu membayarkan  TPP ASN.

Tidak tanggung-tanggung, penunggakan TPP yang tidak terbayar itu sudah masuk 4 bulan.

Hal tersebut, diakui sendiri Sekda Jeneponto, Arifin Nur bahwa TPP ASN di lingkup Pemda Jeneponto memang sudah 4 bulan belum dibayarkan, atau terhitung sejak Desember 2022 hingga Maret 2023.

Pemerintah, katanya, hanya sanggup membayarkan TPP ASN selama sebulan, sesuai kesanggupan dan anggaran yang tersedia saat ini.

“Insya Allah kita akan bayarkan satu bulan dulu, karena memang kondisi keuangan  belum memungkinkan,” ujar mantan Kadis PU Jeneponto itu, Senin (27/3/2023).

Arifin Nur menyebutkan, anggaran TPP ASN tahun 2023 ini hanya sebesar Rp21 miliar. Padahal, tahun sebelumnya mencapai 60 miliar.

“Tidak menipis cuma ada beberapa administrasi TPP yang kita akan sempurnakan. Mengenai kondisi penganggaran TPP, sebelumnya tahun 2022 Rp60 miliar dan 2023 menurun drastis menjadi Rp 21 miliar,” jelasnya.

Pengurangan tersebut, imbuh Sekda lagi, terjadi lantaran adanya penyesuaian dana spesifik grand atau Emart sesuai PMK tahun 2012, sehingga daerah harus banting setir melakukan penyesuaian.

“Kalau kondisi fiskal memungkinkan kita bayar 3 bulan,” ungkapnya.

Dikatakan, pembayaran TPP untuk Bulan Desember akan dituntaskan pada bulan ini.

“Sementara berproses, Insya Allah bulan ini tuntas pembayaran bulan Desember,” janjinya.

Terkait TPP yang tertahan mulai Januari hingga Maret 2023, Arifin mengaku segera membayarkan setelah pembayaran bulan Desember rampung.

Tidak terbayarnya TPP terdebut, salah seorang ASN yang enggan ditulis namanya sangat kesal dan kecewa, apalagi satunya-satunya tambahan insentif yang bida membantu.

“Kasihan kita ini sudah habis-habisan bekerja tapi ujungnya cuma janji-janji doang. Kalau semata gaji yang diharap, mana bisa hidup, sementara kebutuhan keluarga khususnya di Bulan Ramadhan ini sangat banyak, sessajaki,” keluhnya menggeleng-gelengkan kepala.(pm/red)

EDITOR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed