oleh

Korban Terparah, 20 Jahitan Dikepala

Danny Pomanto : Kita Tanggung Semua Biaya Seluruh Korban

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Kendati tidak samoai.mrenggut nyawa namun pasca tragedi robohnya bangunan Kubah Masjid Ittifaqul Jamaah, menyisakan rasa haru bagi keluarga para korban, Ahad 26 Maret 2023, malam.

Di tengah suasana Umat Muslim menunaikan Ibadah Shalat Tarawih diberbagai tempat, toh justeru kepanikan dan isak tangis para jamaah dan warga, pecah di area Masjid yang terletajlk di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah.

Berdasarkan data yang ada, petaka yang terjadi secara tiba-tiba itu tercatat sekitar 14 orang korban yang mengalami-luka akibat reruntuhan batu dan besi.

Seluruh korban, dievakuasi ke tiga lokasi pengobatan yaitu RSAL Jala Ammari Jalan Satando, PKM Pattingalloang dan RS Akademis Jaury Jusuf.

Malam itupun, Walikota mendatangi langsung TKP sekaligus menyambangi para korban untuk memberikan suntikan moril.l

Kedatangan Danny Pomanto, merupakan bentuk kepeduluan dan oerhatian besar terhadap  warganya yang terkena musibah.

“Insya Allah, setelah kami temui para korban yang menjalani pengobatan, saya minta tidak.perlu banyak. berpikir tapi semata fokus saja pada proses penyembuhan. Semua pembiayaan ditanggung okeh Pemkot Makassat,” janjinya.

Selain itu, Walikota dua periode itu mengintruksikan tenaga kesehatan untuk ikut membackup RSAL Jala Ammari mengingat sebagian besar korban mengalami luka pada bagian kepala.

“Bagaimana bantuan kesehatan juga turut memperkuat RSAL ini, karena banyak trauma kepala dan perlu dijahit semua. Kita akan memberikan penanganan yang baik untuk masyarakat,” tegas Danny Pomanto.

Tidak hanya ke RSAL Jala Ammari, Danny Pomanto juga mengunjungi korban yang ada di PKM Pattingalloang dan RS Akademis Jaury Jusuf.

“Di PKM Pattingalloang itu lukanya cukup parah, itu sampai 20 jahitan, 19 di kepala dan satu di lengan. Kita doakan semoga para korban cepat sembuh,” harapnya.

Sementara, Solihin salah satu saksi mata yang juga merupakan tokoh masyarakat di Ujung Tanah mengungkapkan insiden naas ini terjadi seusai Shalat Isya atau sementara menanti cetamah untuk Shalat Tarawih.

“Memang kondisi bangunan Kubah Masjid ini usianya sudah di atas 20 tahun, sehingga ketahanannya tidak kuat lagi, rapuh dan rawan goyah,” tuturnya.(red)

JURNALIS : Mansyur – Rahmat Rani

KORLIP : Anwar Lasilu – Saiful Ngemba – Dirwan

EDITOR : Mustafa

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed