Gowa – Bone Sebuah Keluarga Yang Tak Terpisahkan

DAERAH31 views

Ket.Gambar : Wabup Gowa H.Abd Rauf Malaganni Krg.Kio menyambut secara adat Bupati Bone H.Andi Fahsar M Padjalangi, saat berziarah ke Makam Raja Bone ke XV Arung Palakka di Kelurahan Katangka Somba Opu Gowa.(rep)

banner 970x250

——————————————————

Bupati Andi Fahsar Ziarah Makam Raja Bone ke-XV Arung Palakka

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Sudah menjadi tradisi setiap tahun, rangkaian memperingati 693 Tahun Hari Jadi Bone (HJB), Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi bersama Wakil Bupati Bon, Ambo Dalle, melakukan ziarah ke makam Raja-raja Bone di sejumlah tempat di tanah air.

Khusus ziarah makam Raja Bone ke-XV La Tenri Tatta Arung Palakka yang berlokasi di Kelurahan Katangka Somba Opu, kedatangan para petinggi Pemkab Bone itu disambut secara adat oleh Wakil Bupati Gowa H.Abd Rauf Malaganni, Kamis (16/3/2023).

Saat penyambutan, Krg.Kio, sapaan akrab Wabup Gowa mengatakan antara Kabupaten Bone dan Kabupaten Gowa merupakan satu kesatuan persaudaraan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapapun.

“Kita ketahui bersama sejak dahulu, Bone dan Gowa dua kabupaten yang tidak bisa dipisahkan. Makanya, saya menyambut bukan sebagai tamu melainkan sebagai sebuah keluarga,” ujarnya.

Selain itu, terang Abd Rauf Malaganni, dua daerah ini tidak terpisahkan dalam membangun sinergitas dan kolaboratif menuju Sulawesi Selatan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Hari ini tentu kita membuktikan bahwa sejarah dan tradisi masih kita jaga sampai dengan hari ini,” pungkasnya.

Wabup Gowa pun berharap, melalui ziarah makam di Komplek Makam Raja-Raja Gowa dan Bone ini mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam mengakselerasi pembangunan daerah yang berbudaya.

Nilai spiritnya, adalah dalam bingkai Abbulo Sibatang, Assipakainga, Assipammaling-malingi, Assipakatau yang mengandung nilai penting dan strategis, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ini.

“Saya berkeyakinan bahwa roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan lancar, jika semua elemen daerah dapat menempatkan dirinya pada posisinya masing-masing, dan rasa kebersamaan inilah yang akan menjadi modal dalam pembangunan daerah kita,” jelas Abd Rauf Malaganni.

Sementara itu, Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi mengatakan, ziarah makam ini sebagai sebuah tradisi dan juga sebagai rangkaian Hari Jadi Bone ke-693 tahun yang sarat dengan makna.

Dikatakan,  dalam perjalanan pemerintahan Kerajaan Bone, Raja Bone ke-XV lebih banyak berkedudukan di Makassar ataupun di Bontoala.

Makanya,  tampak jelas bahwa pemerintahan di Sulawesi Selatan banyak dikendalikan oleh Raja Bone yang berkedudukan di Gowa dan sampai akhir hayatnya beliau selalu berpesan untuk dikebumikan di Gowa.

“Inilah cerminan bahwa Kabupaten Bone dan Kabupaten Gowa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dengan begitu, mari kita menjaga budaya menjaga kerjasama dalam rangka membangun NKRI yang lebih baik kedepannya,” harapnya.

Andi Fashar pun menuturkan, meski masa kepemimpinannya akan berakhir pada September mendatang, dirinya memastikan Momentum ziarah Makam Raja Bone di Kabupaten Gowa ini akan terus berlanjut setiap tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Bone.

Usai tabur bunga dan mengirimkan Doa di Makam Raja Bone Ke-XV, Arung Palakka Petta Malampe’e Gamme’na juga mengunjungi Makam Raja Sultan Hasanuddin, I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Tumenanga Ri Ballapangkana  di Bukit Katangka.

Turut hadir mendampingi Bupati Bone yakni Ketua Pengadilan Negeri Bone, Danrem 141/Toddopuli Budi Suharto, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan dan para Kepala OPD. (red)

JURNALIS : Rahmat Rani

EDITOR : Faisal. Mansur – Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed