Kasus ‘Payudara’ Meregang Nyawa

HUKRIM43 views

MEDIAKTUAL.COM –  GOWA :

banner 970x250

Pembunuhan sadis kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gowa Sulsel.

TKP nya, terjadi di Dusun Kappoloe, Desa Parangloe Kecamatan Biringbulu.

Korbannya, bernama Mansur Daeng Seha (46), tewas dikeroyok oleh 13 orang.

Motif pembunuhan dengan cara pengeroyokan, dipicu korban  dituding melakukan pelecehan dengan cara membegal payudara remaja 16 tahun pada saat acara takziah.

“Ya iya seperti itu (pegang payudara ABG), tapi saya belum bisa rinci seperti apa karena pelecehan ini kami sedang memfaktakan,” ujar Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Bahtiar, Selasa (14/3/2023).

Dikatakan, dugaan pelecehan di acara takziah itu terjadi di rumah keluarga Mansur.

Remaja yang merasa dilecehkan itu lantas mengadu ke kakak kandungnya.

“Iya mengadu kepada saudara laki-lakinya yang berinisial E yang sekaligus hari ini predikatnya sebagai tersangka pembunuhan,” ungkap Bahtiar.

Mendengar pelecehan itu, sontak  menyulut emosi kakak sang remaja.

Jalan pintas dengan cara main hakim sendiri pun terjadi.

Tersangka E,   bersama 12 orang lainnya lantas merencanakan pengeroyokan terhadap korban.

“Terjadi reaksi dan mendatangilah rumah terduga pelaku pelecehan ini. Sehingga terjadilah pembunuhan itu,” beber Kasat Reskrim.


Atas kasus tersebur,  Kapolres Gowa Reonald Simanjuntak mengatakan saat ini lolisi telah menciduk 8 orang dari 13 pelaku yang terlibat.

Kedelapan pelaku tersebut, masing-masingyang berinisial E (32), T (44), DL (60), IJ (29) IR (25), H (30), MAS (24) dan KN (28).

AKBP Reonald mengaku,  pihaknya masih mengejar lima orang pelaku lainnya.

“Dari delapan masih ada 5 lagi yang akan kami lakukan pengejaran, dan dari delapan ini ke depannya akan kita lakukan rekonstruksi, ya untuk memperkuat gugatan dan apa saja yang dilakukan oleh para pelaku di TKP sehingga dari mereka menerangkan keterangan mereka sendiri,”katanya.

Ditegaskan kapolres,  para pelaku memiliki peran berbeda. Namun pembunuhan ini disebut didalangi dua pelaku inisial E dan T.

“2 orang (yang merencanakan pembunuhan), saudara E dan saudara T,” sebut mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar itu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis pasal 170 dan 340 KUHP atas dugaan pembunuhan berencana.

Ancaman hukumannya, 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

“Kami penyidik dapat menyimpulkan bahwa ini adalah pembunuhan berencana. Namun kami lapis dengan pasal 170 secara bersama-sama melakukan tindak kekerasan sehingga menghilangkan nyawa seseorang,” tukas Reonald TS Simanjuntak.(bs/red)

KORLIP : Anwar Lasilu – Dirwan

EDITOR : SS.Nyampa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed