Petani Desa Popo Galsel Panen Padi

EKOBIS49 views

Setiawan Aswad : Perhatikan Mutu Benih dan Pola Tanam

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Penjabat Bupati Takalar Setiawam Aswad meminta kepada petani untuk memperhatikan kualitas benih dan pola tanam harus diperbaiki sehingga dapat menghasilkan hasil panen yang baik.

Hal tersebut, disampaikan bupati, saat melakukan panen raya padi di Desa Popo Galesong Selatab, Sabtu 11 Maret 2023.

Kegiatan panen tersebut, juga dihadiri Kepala Balai Besar Standarisasi Instrumen Pertanian RI dan jajaran Forkopimda Takalar.

Panen raya ini, merupakan bagian dari Panen Perdana Padi Nusantara 1 Juta Hektar, yang sebelumnya dicanangkan Presiden Jokowi.

 Setiawan Aswad mengatakan, bahwa pesta panen kali ini merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri.

“Takalar sebagai salah satu penyangga Kota Makassar setiap tahunnya surplus beras, yang ditandai dengan seluruh irigasi teknis sudah dapat panen padi dua sampai tiga kali,” katanya.

Bahkan, Pj.Bupati kelahiran Sinjai itu menyebut, di Galesong Utara sudah dapat panen empat kali padi setahun.

Dengan kondisi itu, imbuhnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya tanpa tergantung lagi dari suplai daratan Kabupaten Takalar

“Hari ini kita sudah mulai panen perdana padi seluas 16.800 hektar sampai Bulan April 2023, yang akan dilanjutkan di musim tanam kedua sekitar 8.000 hektar padi gadu pertama dan sekitar 4.000 hektar padi gadu kedua. Selebihnya, di musim gadu ditanami palawija dan holtikultura (sayuran dan buah buahan),” sebut Setiawan.

Untuk diketahui,  luas panen pada tahun 2022 sebesar 28.947,06 hektar dengan produktivitas 5,15 kwintal/hektar sehingga Takalar tahun 2022 memproduksi padi sebanyak 149.128,03 Ton.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Standarisasi Instrumen Pertanian RI Fery Fahruddin Munir menyampaikan, apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Pertanian merupakan kegiatan mengelola sumber daya alam dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja dan manajemen,” pungkasnya.

Diakui, dalam menjaga stabilitas harga gabah, pihaknya telah bermitra dengan pihak swasta yang akan menampung hasil panen, dan tentunya sesuai dengan harga yang disepekati.

Fery menambahkan, setelah panen ini agar digerakkan kembali untuk melakukan penanaman padi.

Artinya, terang dia, sesuai dengan prediksi BMKG kedepan curah hujan akan cukup tinggi, yang secara ilmiah sesudah musim hujan panjang akan terjadi kemarau panjang, sehingga diharapkan stok gabah mencukupi.

Turut hadir,  Camat Galsel,  Kepala Desa Popo, para Penyuluh Pertanian Takalar, tokoh agama, tomas serta para kelompok tani.(red)

KORLIP : Rahman S Kulle

EDITOR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed