Gowa dan Makassar Jadi ‘Penonton’ Doang ADIPURA

BERITA95 views

Ket.Gambar : Walikota Danny Pomanto bincang santai Bupati Adnan di Malino. Apa kira-kira yang dibahas, soal politik ataukah hal kebersihan, entahlah. Yang tahu, hanya mereka berdua.(rep)

banner 970x250

————————————————–///

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Diakui atau tidak, penghargaan Adipura sebagai supremasi tertinggi di bidang kebersihan, dipastikan menjadi incaran sejumlah daerah di Indonesia.

Khusus di Provinsi Sulsel, raihan Piala dan Sertifikat Adipura 2022, tercatat sebanyak 13 Kabupaten/Kota yang berhasil meraihnya.

Ironisnya, dari sejumlah daerah yang euforia dan bersorak menyabet Adipura itu, justeru dua daerah hanya bisa melongo alias menjadi ‘penonton’ doang atas kegagalannya membenahi kebersihan.

Daerah tersebut yakni Kota Makassar yang sudah lima tahun berturut hanya larut dengan seabrek teori dan program bersih tapi hasilnya blunder.

Hal serupa, juga dialami Pemkab Gowa yang masih bertetangga dekat bahkan dikenal sebagai daerah penyangga Kota Makassar.

Kegagalan Makassar dan Gowa mendapatkan Piala maupun Sertifikat Adipura 2022 ini, menuai keprihatinan bahkan sorotan tajam publik.

Pasalnya, Kota Makassar pernah meraih Adipura pada tahun 2015 – 2016 hingga 2017 saat periode pertama dijabat Walikota Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Setelah itu, puasa gelar terhenti dan sempat kembali menyabet sempat sertifikat Adipura pada tahun 2019.

Apa penyebab kegagalan itu, ? Dengan tangkas, Danny Pomanto  mengaku karena tidak maksimalnya kinerja mantan Kepala DLH, terurama membenahi TPA Antang yang

“Saya kan sudah bilang kinerjanya paling rendah, jadi saya tidak kagetji tidak dapat Adipura tahun ini,” timpal walikota dua periode itu,, Rabu (1/3/2023).

Danny berharap, Pemkot Makassar bisa meraih Piala Adipura tahun mendatang, dengan berencana memindahkan TPA Antang ke wilayah Pattallasang Gowa.

Lantas, apa yang terkendala bagi Pemkab Gowa hingga setiap tahun kembali berulang gagal meraih ADIPURA.

Tidakkah, sejak 2019 lalu, Bupati Adnan telah mewarning Kepala DLH, seluruh camat/lurah dan instansi terkait, untuk memerangi sampah dan menjaga kebersihan lewat program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Rupanya, upaya dan komitmen Adnan untuk mewujudkan Adipura, minimal meraih Sertifikat, memang tidak semudah membalikan telapak tangan.

Yang prihatin dan menggelitik.hati masyarakat Gowa, kok selama puluhan tahun berbenah kebersihan, kenyataannya penghargaan Adipura itu begitu sulit diraih.

Padahal, Bupati Gowa ini dikenal sangat energik, kreatif dan inovatif.

Terbukti, menapaki 7 tahun pemerintahan yang berjargon ADNAN-KIO itu dinilai berhasil membangun sejumlah sapras dan fasilitas umum yang refresentatif.

Sebut saja, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Syekh Yusuf Discovery, Stadion Kalegowa Pallangga dan mega proyek lainnya.

Menelisik gagalnya Gowa meraih Adipura dari tahun ketahun, pastilah ada sistem dan ‘kran’ yang tersumbat.

Apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan,  sehingga tahun depan Gowa dan Makassar tak lagi selalu menjadi ‘penonton’ setia dalam raihan ADIPURA, itulah yang dicoba ditelusur MEDIA AKTUAL (cetak  online).

Sayang, upaya menemui Bupati Adnan Purichta Ichsan selalu saja tertunda gegara kesibukan dan padatnya kegiatan tugas di luar kantor.

Untuk diketahui, daerah di Sulsel peraih Piala dan Sertifikat ADIOURA 2022 yakni Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Maros, Barru, Parepare, Pinrang, Enrekang, Palopo, Pangkep, Sidrap, Wajo, Bone dan Luwu Timur.

PEMRED : Ardi Tahir

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed