Wabup Gowa ‘Bedah’ Kemiskinan Ekstrem

EKOBIS41 views

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

banner 970x250

Diakui atau tidak, masalah kemiskinan menjadi ‘PR’ utama dilakukan Pemkab Gowa Sulsel.

Salah satunya, fokus untuk melakukan Percepatan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (P3KE) tahun 2023.

Saat membuka Rakor Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kamis(16/02/2023), Wakil Bupati Gowa H.Abd Rauf Malaganni mengatakan kemiskinan ekstrem merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, dan pendidikan.

Selain itu, akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses layanan sosial.

Wabup menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, angka kemiskinan di Gowa berhasil turun di dua tahun periode.

Pada periode 2021 angka kemiskinan mencapai 7,54 persen, angka tersebut dampak ekonomi anjlok akibat pandemi Covid-19.

Hanya saja, katanya,  di 2022 berhasil pulih dan berhasil menurunkan angka kemiskinan 7,36 persen.

Estimasi penduduk miskin ekstrim berdasarkan presentase juga mengalami penurunan.

Pada periode 2021 mencapai 1,32 persen atau mencapai, sementara pada periode 2022 turun 1,15 persen.

Kemudian berdasarkan presentase jumlah jiwa itu mencapai 10,29 persen pada 2021 dan menurun 9,06 pada 2022.

“Untuk mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 mengenai P3KE dari presiden kepada para menteri, pimpinan lembaga, kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing,” papar Abd Rauf.

Kini, Pemkab Gowa telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

“Angka kemiskinan masyarakat kita masih ada dan jumlahnya tidaklah sedikit. Itu saya berharap data ini menjadi perhatian kita bersama. Dimana SKPD terkait harus melakukan pengecekan, sehingga dapat diindentifikasi permasalahan apa yang mereka hadapi dan jenis intervensi apa yang mereka butuhkan,” pungkasnya.

Dengan adanya data P3KE yang dilengkapi dengan nama dan alamat maka diharapkan tidak ada lagi salah sasaran.

“P3KE ini dibutuhkan strategi kebijakan, kolaborasi dan komitmen semua pihak sehingga target nol persen di tahun 2024 dapat tercapai,” harap Krg.Kio, sapaan akrab Wabup Gowa itu.(red)

KORLIP : Muh Yusuf – Anwar Lasilu

REDAKTUR : Mustafa

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed