Prof.H.Muhlis Madani Guru Besar Unismuh Makassar

PENDIDIKAN134 views

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

banner 970x250

“Pendidikan mempunyai akar yang pahit tapi buahnya manis”.(Aristoteles).

Kata bijak ini, terasa pas dilekatkan pada perjalanan karir H.Muhlis Madani, yang bersolo karir selama 34 tahun di lingkungan kampus.

Betapa tidak, menekuni profesi sebagai pengajar alias Dosen di Fisip Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, toh obsesinya untuk meraih gelar akademik tertinggi yakni ‘Profesor’  berhasil diwujudkan.

Penetapan Muhlis Madani sebagai Guru Besar, tertuang dalam SK Mendikbudristek Nadiem Makarim, Nomor 70401/MPK.A/KP.07.01/2022, yang ditetapkan di Jakarta, pada 22 November 2022.

Pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik,  dipimpin Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse, dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dihelay Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar.

Hadir para Wakil Rektor dan anggota senat, Ketua BPH Unismuh Prof Gagaring Pagalung, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Dr HM Syaiful Saleh, Kepala LLDikti Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman, para pejabat lingkup Unismuh Makassar dan sejumlah undangan lainnya.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bahwa saya dapat berada di forum pengukuhan guru besar ini. Saya menyadari momen ini sarat akan relasi kausasi antara Allah SWT sebagai penyebab momen ini dengan Gelar Guru Besar sebagai akibat dari kemurahan-Nya,” ujar Muhlis.

Pria kelahiran Parepare 18 Mei 1963 itu membawakan pidato ilmiah dengan judul “Eco-Based Budgeting Policy: Diskursus Ilmu Pengetahuan & Praktik Kebijakan di Indonesia.”

Muhlis mengurai, pembangunan, di satu sisi menjanjikan perbaikan dan penyelesaian persoalan-persoalan kehidupan manusia.

Namun, di sisi yang lain, pembangunan hadir dengan berbagai ancaman dan persoalan-persoalan baru bagi kehidupan manusia.


“Pembangunan dan sederet persoalan yang dihadirkan, telah mengkonfigurasi ulang kondisi ekologis, terlebih lagi dalam konteks relasi manusia-alam. Alam ditempatkan pada posisi tidak setara dengan kepentingan manusia,” paparnya.

Mantan Dekan Fisip Unismuh itu menekankan, salah satu intrumen penting dalam penanganan turunnya kualitas ekologis akibat aktifitas manusia adalah Anggaran Berbasis Lingkungan Hidup (ABLH) atau green budgeting.

“Secara praktis, green budgeting menekankan kepada aktor-aktor politik pemerintahan untuk menganggarkan beberapa persen dana anggaran pendapatan dan belanja pada kegiatan-kegiatan perlindungan dan pemeliharaan lingkuhan hidup, dan juga pada program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup,” ungkap Muhlis, dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Eco-Based Budgeting Policy: Diskursus Ilmu Pengetahuan & Praktik Kebijakan di Indonesia”.

Sekadar diketahui, raihan jabatan Guru Besar Muhlis Madani ini tergapai setelah berjuang dan menunggu selama 11 tahun, di Unismuh Makassar tempatnya mengabdi sebagai PNS sejak terangkat tahun 1989.

Eks Asisten Direktur II Pasca Sarjana Unismuh ini adaah ulusan S1 Unhas 1987, S2 Unhas 1997 dan S3 UNM tahun 2010.

“Prinsip saya, saya takkan mengejar jabatan, tapi jabatanlah yang bakal mengejar saya. Caranya, tunjukkan saja kinerja terbaik yang bisa kita lakukan saat diberi jabatan. Setahu saya, ini pulalah prinsip yang dijunjung di Muhammadiyah,” ungkap Muhlis Madani, pada suatu kesempatan bertemu Drs.AM, Sukardi Tahir, Pemimpin Umum/Redaksi MEDIA AKTUAL (Cetak & Online), beberapa waktu lalu.

Turut hadir, pada pengukuhan ini yakni  Bupati Bone DR.H.Andi Fahsar M Padjalangi, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros Andi Davied Syamsuddin, deretan tokoh lainnya.

Juga,  beberapa tokoh Sulsel dari eksekutif, politisi dan akademisi turut memberikan testimoni melalui video.

Diantaranya, Menteri Pertanian Prof (Unhas) Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Anggota DPR RI DR.H.Azikin Solthan, M.Si, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.

elanjutnya, ada  Bupati Bantaeng DR.H.Ilham Syah Azikin, MSi, Bupati Gowa DR.H.Adnan Purichta Ichsa, SH, MH, Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Wajo DR.H.Amran Mahmud dan Bupati Luwu Timur Budiman.

PEMRED : Ardi Tahir

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed