oleh

Armando Berdarah-darah, Sakit Toh..?

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

Insiden berdarah ini menjadi ‘warning’ bagi seseorang, jika merasa otak encer- nalar keintelektualan hebat, maka omongan konyol harus dijaga.

Ironisnya lagi, jika seorang yang sudah menyandang gelar “Doktor’ lantas cenderung menghasut dan provokatif, terutama hal-hal yang sensitif masalah agama,, nah itu yang berpotensi memicu konflik dan sangat meresahkan publik.

Fenomena tersebut, tampak jelas dalam cuitan-cuitan Ade Armando selama ini dijagat maya.

Belakangan, membuncahlah kata Mulutmu-harimaumu..!

Itulah yang dialami Ade Armando, korban kebrutalan massa yang diduga dilakukan oknum penyusup pada aksi demo yang berlangsung di depan gedung DPR RI Jakarta, Senin (11/4/2022).

Di tengah riuhnya gejolak puluhan ribu demonstran yang dikawal aparat keamanan, wajah pegiat media sosial itu ‘berdarah-darah diamuk massa.

Dari wajah, mulut hingga pipi terluka parah, lebam dan penuh cucuran darah.

Apesnya, pakaian yang dikenakan dosen Fisipol Universitas Indonesia (UI) tersebut, pun dilucuti hingga terlihat telanjang dan tersisa celana dalam yang membungkus ‘anunya’.

Sejatinya,  Ade Armando datang ke depan gedung DPR untuk mendukung aksi mahasiswa.

Bahkan, sempat wawancara sejumlah media sebelum dirinya dibonyok massa.

Tak dinyana, usai wawancara Ade Armando sempat adu mulut beberapa pendemo termasuk beberapa ibu-ibu.

Dalam video yang tersebar di medsos,  kelompok massa yang kontra sempat meneriaki Ade Armando dengan ucapan pengkhianat dan munafik.

“Munafik, munafik, penjilat, buzzer! Bulan bulan puasa, sadar kamu sadar, tobatlah,” teriak massa pendemo.

Tak terima diteriaku, pria bertubuh tambun itupun tersulut emosi.

“Apa kamu?” teriak Ade Armando. Mendengar jawaban itu, spontanitas pendemo menghajar membuat Sang Dosen yang dianggap ‘Penista Agama’ itu terhuyung dan jatuh lunglai ketanah.

Sekejap, kondisi demo jadi gaduh dan tindakan anarkis tak terelakkan.

Melihat Arnando babak belur dari amukan massa, aparat polisi cepat mengevakuasi.masuk ke salah satu ruangan DPR RI, selanjutnya dilarikan ke RS.Siloam Jakarta.

“Ya, kasus terus kita dalami dan melakukan penyelidikan. Yang jelas,  yang mengeroyok ini bukan dari aparat kepolisian. Tapi, indikasinya ada oknum atau penumpang gelap, bukan mahasiswa, yang menyusup masuk dikerumunan pendemo. Saat ini, Polda Metro Jaya sudah mengamankan beberapa orang yang diduga melakukan pengeroyokan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Terlepas pengeroyokan Ade Armando oleh oknum pendemo lantaran kesal dengan cuitan yang kerap menebar kebencian orang lain, tapi secara hukum tindakan kekerasan apalagi main hakim sendiri, tentu sebuah pelanggaran hukum.

Untuk diketahui, unjuk rasa serentak yang digelar di seluruh Indonesia  serta dikoordinir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI tersebut, mengusung tagar #RakyatBangkitMelawan dengan 4 tuntutan.

Berikut tuntutannya yang belum direspon pemerintah yakni :

1.Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
.
2.Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.

3.Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

4.Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

Selain hal di atas, Aliansi BEM SI juga meminta jawaban atas tuntutan rakyat yang sampai saat ini belum terjawab.

Terdapat 18 tuntutan rakyat dimana 6 tuntutan dibawa saat aksi pada tanggal 28 Maret 2022 dan 12 tuntutan lainnya berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi 21 Oktober 2021 lalu.

Tuntutan tersebut, antara lain berisi mengenai tuntutan kepada Presiden untuk bersikap tegas menolak isu penundaan pemilu 2024.

Tuntutan lainnya adalah mengenai stabilitas harga bahan-bahan pokok untuk masyarakat.

Sedangkan, tuntutan lainnya, adalah mengenai UU Cipta Kerja.

Unjuk Rasa Makassar

Meski aksi demo tidak segede massa mahasiswa yang ada di Pulau Jawa, khususnya didepan Gedung DPR RI Senayan, namun unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah di Sulsel terutama di Kota Makassar, yah atmosfirnya lumayan besar.

Betapa tidak, hampir di sepanjang jalan protokol atau lokasi depan kampus masing-masing, sebut saja Unhas, UNM, UIN, UMI, UNISMUHBdan yang lainnya, merajalela pembakaran ban-ban bekas dengan pengamanan ekstra ketat yang berlapis dari aparat kepolisian dibantu personel TNI.

Meski gejolak demo ini tidak sampai menelan korban jiwa namun sejumlah pengguna jalan, baik motor maupun mobil dibuat pusing tujuh keliling gegara terjadi kemacetan panjang, meluber hingga 3-5 kilometer alias lumpuh total.

Beruntung, aparat keamanan terutama personel Satlantas setiap saat standby dan sigap mengalihkan rute alternatif untuk mengurai kenacetan.(bs/red)

PEWARTA : Mat Rani – Mud Cuplis – Rul Pawa – Inding – Samjaya

KORLIP : Emba – Mansur – Anwar – Darla – Dirwan

EDITOR : Tajuddin – SS.Nyampa

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed