oleh

Proyek Benih dan Tanam Tebu Diduga Fiktif

-HUKRIM-184 views

DPP LSM Gempa Bentuk Timsus Untuk Bone, Gowa dan Takalar

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Proyek pengadaan benih dan penanaman Tebu Kementerian Pertanian, melalui  Direktorat Jenderal Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan  Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Tahun anggaran 2021, diduga bermasalah alias fiktif.

Menduga proyek yang menyedot uang rakyat miliaran itu bermasalah,      membuat DPP LSM Gempa Indonesia melakukan telusur dengan membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk 3 kabupaten di Sulsel yakni  Kabupaten Bone,  Gowa Takalar.  

Ditemui Kepala Biro Media Aktual (cetak & online) Kabupaten Goea Sahabuddin Sanusi, SH, Ketua DPP KSM.Gempa Amiruddin, SH membeberkan bahwa Kabupaten Bone mendapatkan proyek ebun persiapan penanaman tebu seluas 150 hektar, dengan Nilai Pagu anggaran sebesar Rp.2.250.000.000,00 ( dua miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) untuk paket pekerjaan Ppengadaan benih tebu dan penanaman tanaman tebu.

Hal serupa, Kabupaten Gowa juga mendapat proyek itu dengan  Nilai Pagu yang sama nilai sekuas 150 hektar.

Kedua proyek tersebut,  ditender dan dimenangkan oleh perusahaan  CV.Lang Buana, alamat Perusahaan CV Lang Buana Desa Gaprang Dusun Gaprang II Rt.03 RW.01 Kecamatan Tanigoro Kabupaten Blitar yang ditanda tangani Pokja  Pemilihan Barang dan Jasa (BBPPTP) Surabaya  Jombang, 23 Agustus 2021.

Sementara, untuk Kabupaten Takalar mendapatkan proyek penanaman tebu dengan nilai Pagu sebesar Rp.3.000.000.000.00 ( tiga miliar Rupiah) dengan luas lahan kebun persiapan penanaman Tebu 200 hektar.

Perubahan pemenang tender yakni CV.Aulia Indoraya ,alamat Perusahaan Jalan Toa Daeng III Lr. Anggrek No.11 Makassar. 

Amiruddin, yang akrab dipanggil Krg.Tinggi itu menyatakan, tiga proyek pengadaan benih tebu untuk penanaman tebu untuk Kabupaten Bone, Gowa dan Takalar menghabiskan  anggaran Rp.7.500.000.000,00 ( tujuh miliar lima ratus juta rupiah)  tahun anggaran 2021, denhan luas lahan 500 hektar.

Ironisnya, hasil penelusuran Timsus atau Pencari Fakta yang dipercayakan kepafda Wakil Ketua LSM Gempa Arianto Paletteri, realitasnya tidak di temukan fisiknya di lapangan, kecuali tanaman tebu di Takalar tapi milik Pabrik Gula Takalar (PGT).

Sengkarutnya proyek yang diduga fiktif ini, karena Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa sendiri mengaku tidak mengetahui adanya proyek dari Kementan RI. 

Yang jelas, Amiruddin mengaku prihatin adanya proyek yang diduga fiktif danmerugikan uang rakyat .

Apalagi, di tengah kondisi pandemi membuat kehidupan rakyar semakin susah dan melarat.

Paling mencurigakan lagi, kata dia, proyek pengadaan benih tebu dan penanaman tanaman tebu untuk Kabupaten Gowa deluas 150 hektar, ditengarai cara pembayarannya kepada pemenang tender adalah  pembayaran secara lumsum.

“Artinya anggaran dua miliar dibayar sekaligus  langsung kepada pemenang tender. Begitupun, untuk Kabupaten Bone dan Takalar  dibayar secara satuan, dengan sistem  pembayaran dilakukan kepada  pemenang tender sesuai volume diduga hanya modus bagi pemilik proyek,” sorot Ketua DPP LSM Gempa Indonesia, yang dikenal vokal itu.

Amiruddin pun berjanji, akan melaporkan secepatnya kasus dugaan proyek fiktif di tiga daerah itu ke KPK Jakarta, tentu dengan dasar melampirkan bukti bukti yang dimilikinya. (red)

EDITOR : SS.Nyampa

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed