oleh

Dibalik Invasi Opmilsus Rusia ke Ukrania

-OPINI-32 views

Catatan : Drs.Hatta Harun, MM (Dewan Redaksi Media Aktial)

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Assalamu Alaikum Wr.Wb. dan salam sejahtera untuk kita semua.

Penyebab utama AS + negara” di Eropa Barat yang tergabung dalan Nato selalu ingin memperluas negara” keanggotaannya sampai ke Eropa Timur setelah Uni Sovyet runtuh di tahun 1991.

Antara lain: Polandia, Rumania, Bulgaria, Estonia, Lithuania, Latvia sdh masuk anggota Nato.

Pada tahun 2008 terjadi pertemuan Nato di Bukares Rumania, mengundang Ukraina dan Georgia untuk menjadi anggota Nato.

Vladimyr Putin mengatakan kepada Nato terkhusus kepada AS bahwa Ukraina dan Geogia jangan dimasukkan menjadi anggota Nato.

Kata Putin waktu itu, bagaimana perasaan AS jika Rusia juga memperluas wilayah keanggotaannya seperti di negara Meksiko atau negara Kuba dan Kanada lalu saya jadikan Meksiko atau di Havana Kuba sebagai pangkalan militer dan di Ottawa Kanada saya pasang beberapa peluru kendali nuklir ?

Jadi intinya, Vladimyr Putin melarang Nato yang didominasi AS untuk menjadikan anggota Nato pada negara” bapper state ( negara penyangga ) Rusia.

Tahun 2014 wilayah Krimea yg tadinya masuk Ukrania diambil alih oleh Rusia dengan refrendum menjadi Republik Krimea.

Penyebabnya, karena penduduk di Krimea yang masih dominan berbahasa Rusia selalu diberi perlakuan tidak adil oleh pemerintah Ukraina.

Dan bahkan, pernah terjadi genosida sebelum Krimea bergabung dgn Rusia. Menjadi Republik Krimea dibawah naungan Federal Rusia.

Demikian pula separatis di Donetsk dan Luhansk sering terjadi perlawanan terhadap militer Ukraina karena memberi perlakuan tdk adil terhadap kedua wilayah dibagian timur Ukaraina tersebut.

Pada th 2014 dan 2015 tejadi pengamanan gencatan senjata antara militer Ukraina dengan separatis di Donetsk dan Luhansk dan diakui sebagai negara merdeka oleh Rusia termasuk tata cara pemilu bagi negara Donetsk dan negara Luhanks.

Pertemuan itu disebut Perjanjian Minsk 1 dan Minsk 2 di Belarus sesuai nama ibu kota Belarus ( tetangga Ukraina ).

Tapi Ukraina dibawah kepemimpinan Presiden Polodymyr Zelensky tdk mematuhi aturan pada perjanjian Minsk 1 dan Minsk 2 , malah selanjutnya mau masuk lagi anggota Nato yg diduga keras bujukan/ iming” AS untuk lebih memajukan Ukraina.

Akhirnya tentara Rusia dgn komando vladymyr Putin pd, 24 Februari 2022 mulai melakukan Opmil khusus alias invasi militer ke Ukraina, dgn dasar self defense ( psl.51 Piagam PBB).

AS sudah melupakan Doktrin Monroe yg pernah dikemukakan oleh James Monroe pdada tahun 1823 yang tujuan utamanya untuk keseimbangan kawasan dan perdamaian dunia. James Monroe Presiden AS yg ke 5 th.1825.

Bahkan,Tagat Tajuddin selaku Ketua Mufti Dewan Pusat Spiritual Muslim Rusia mendukung penuh Opmilsus Rusia ke Ukraina.


Harapan dan doa kita sebagai bangsa Indonesia agar Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina secepatnya mewujudkan gencatan senjata dan perdamaian kedua negara tersebut demi kemanusiaan. Aamiin.(red)

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed