oleh

Turki Minati Gula Merah Cair Dari Ballo

-EKOBIS-102 views

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Di masa ke-kini-an, adanya hasil fermentasi air lontar, sebut saja Ballo atau Tuak, bagi sebagian masyarakat masih banyak yang mengkonotasikan ‘buruk’, ternyata persepsi itu keliru.

Pasalnya, minuman khas tradisional  masyarakat Sulsel khususnya orang Makassar, justeru secara ekonomis olahan Ballo itu menghasilkan produksi gula merah yang berdaya saing tinggi dengan kualitas ekspor.

Potensi ekspor itulah, menjadi fokus perhatian Pemprov Sulsel melalui Dinas Perdagangan Sulsel, yang dinakhodai DR.H.Ashari Fakhsirie Radjamilo.

Saat ngopi bareng bersama pejabat Bidang Humas Kominfo Sulsel, di Press Room Pemprov Sulsel, baru-baru ini, Ashari mengakui, Ballo asal Sulsel diminati di luar negeri.

Merespon permintaan luar negeri tersebut, Dinas Perdagangan Sulsel akan mengirimkan 5 ton gula merah cair ke Turki pada Bulan Februari ini.

Mantan Kadis PMD Sulsel itu menyebut, produksi gula merah cair ini merupakan salah satu UMKM binaan Dinas Koperasi Sulsel, yang berada di Kabupaten Jeneponto.

“Kita sementara mau produksi besar-besaran gula merah cair, itu dari lontar atau ballo. Bahan baku murni dari Kabupaten Jeneponto. Itu sementara ada pengiriman ke sini (Makassar-red), untuk permintaan Turki itu 5 ton untuk Februari ini,” terangnya.

Selain, ekspor gula merah cair dar8 bahan pohon lontar, Ashari F Radjamilo pun berencana memproduksi tahi burung di Kabupaten Bone yang memiliki nilai jual yang timggi.

“Jadi ada di daerah Bone yang berbatasan Wajo. Di situ kotoran burung dikumpulkan dan dikemas lalu dikirim ke luar negeri,” katanya.

Pangsa pasarnya, jelas Kadis Perdagangan Sulsel, dilirik atau diminati di Amerika Serikat dan Jepang.

“Jadi kotoran burung ini dijadikan pupuk. Ini peluang besar kita untuk meraup pendapatan negara melalui kotoran burung,” jelas Ashari.

Dari dua hasil produksi binaan UMKM yang akan diekspor tersebut, anak kandung mantan Bupati Jeneponto Alm.H.Radjanilo itu optimis, akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekspor di Sulsel.

“Artinya, padarnya sudah kita dapatkan, dan Insya Allah bisa menjadi sesuatu bernilai ekonomi yang tinggi,” harapnya.

Ket.Gambar : Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel DR.H.Ashari F Radjamilo.(rep)

—————————————————–

Selain gula merah cair, komoditas ekspor baru yang mendapatkan pasar adalah teh nipah.

Ashari mengatakan, daun nipah yang selama ini dibuang percuma kini dapat diolah oleh pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel.

Adapun, pasar yang akan menerima komoditas teh nipah ini adalah Korea dan Turki.

“Ternyata manfaat daun nipah itu luar biasa. Ini diterima oleh Korea dan Rurki. Jadi insya Allah kita kirim juga keluar itu,” janji Ashari.

Dikatakan, pemerintah akan teris massifkan pengolahan komoditas baru ini untuk dieskpor.

Pejabat berdarah tulen Butta Turatea Jeneponto inipun,  optimis terhadap pencapaian target ekspor 25 persen di tahun 2022, mengingat adanya beberapa pasar baru.

“Pasar baru kita juga beras ketan hitam. Ini negara China yang meminta itu, dan kita berharap juga bisa semakin meningkatkan ekspor di Sulsel,” tutur Kadis Perdagangan Sulsel penuh semangat.(red)

PEWARTA : Mat Rani – Rul Pawa – Inding – Samjaya

EDITOR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed