Posisi PSM Makassar Stagnan, Gayanaji.?

OLAHRAGA60 views

MEDIAKTUAL.COM – BALI :

banner 970x250

Perburuan peringkat klassemen sementara di putaran kedua BRI Liga 1, memang ditunjukkan 18 klub yang tengah berlaga saat ini.

Upaya dan strategi yang diterapkan masing-masing kesebelasan (tim), tampak berbeda-beda.

Ada yang biasa-biasa saja tapi selalu menang, ada yang sangat berambisi tapi justeru keok terus dan ada pula yang kelewat ngotot umbar janji bakal menang tapi hasilnya tetap blunder.

Khusus laga semalam, Jumat 11 Februari 2022,  PSM Makassar versus  Borneo FC, berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Tim berjuluk Pesut Etam.

Bertanding di Stadion Kompyang Sujana Bali, lagi-lagi dewi fortuna tak berpihak pada pasukan Ramang.

Entah bagaimana, pola permainan PSM Makassar tampak kocar-kacir.

Artinya, skill individu pemain ditambah strategi yang diterapkan Pelatih Jopp Gall, seakan tidak padu dan konek di lapangan, membuat para pemain Borneo FC mudah mendikte dan leluasa menguasai semua lini penyerangan maupun taktik dalam bertahan.

Pada babak pertama, Pesut Etam tampil ciamik pada awal babak pertama. Mereka menguasai jalannya laga dan terus memberikan tekanan.

Serangan Borneo FC pun terlihat cukup efektif. Kombinasi para pemain tengah dan juru gedor milik Fakhri Husaini mampu merepotkan barisan pertahanan Juku Eja.

Ciri khas permainan Fakhri Husaini juga dijalankan dengan baik. Aliran bola dengan umpan-umpan pendek terus diperlihatkan.

Alhasil, Pesut Etam unggul lebih dulu. Keunggulan itu diciptakan lewat aksi Wildansyah pada menit 44 yang mampu meneruskan umpan dari Kei Hirose.

Gol telat itu pun sekaligus memastikan mereka unggul 1-0 pada jeda turun minum.

Pada babak kedua, usai turun minum tak banyak perubahan.

Estimasi PSM Makassar bakal keluar menyerang, tidak terbukti.

Justeru, dengan padunya para pemain Borneo FC masih kembali mendominasi jalannya laga.

PSM tampak bingung bahkan kelimpungan mengatasi serangan bertubi-bertubi lawan.

Skema mereka mudah terbaca dan sering terputus di sepertiga akhir lapangan Borneo FC.

Alhasil, PSM masih buntu hingga menit 70. Mereka lebih sering mendapat ancaman sehingga kerap melakukan pelanggaran.

Sialnya, Abdul Rachman sampai diganjar kartu merah menit 82.

Waktu kian menipis dan kehilangan seorang pemain membuat PSM makin kesulitan memecah kebuntuan.

Alhasil, Borneo pun memenangkan laga ini dengan skor tipis 1-0.

Kekalahan Tim Juku Eja, membuatnya  tak beranjak dari posisi ke-10, stagnan alias jalan ditempat.

Rasa kecewa, sorotan bahkan cibiran dari sejumlah pecinta PSM Makassar, pun menggaung dimana-mana.

“Tena mentong harapan, sudah mengontrak pelatih asing, striker asing tak pernah dimainkan, apa yang bisa diandalkan. Liga ini akan segera berakhir, kalau begini-begini terusji cara mainnya, kalah terus mending tidur, nama timnya saja besar, kualitas nonsens, kulihat gayanaji,” kesal seorang supporter PSM yang ikut nobar di sebuah Cafe dibilangan Jl.Sultan Alauddin Makassar.

PSM Makassar (4-3-3): Hilman Syah; Abdul Rachman, Ganjar Mukti, Hasim Kipuw, Zulkifli Sukur (Dallen 81′); Muhammad Arfan (Adam 81′), Jan Pluim, Delfin Rumbino; Rizky Eka (Yance 49′), Ilham Udin (Ferdinand 58″, Yakob Sayuri, Pelatih: Joop Gall

Borneo FC (4-3-3): Gianluca Claudio; Rifad Marasabessy, Nur Diansyah (Marckho Sandi 63′), WIldansyah, Leo Guntara; Hendro Siswanto, Kei Hirose, Jonathan Bustos; Terens Puhiri, Francisco Torres, Muhammad Sihran (M Fajar 46′), Pelatih: Fakhri Husaini.(red)

PEWARTA : Mat Rani – Rul Pawa – Samjaya

EDITOR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed