oleh

Gowa Sesumbar Raih WTP ke 10 Kalinya

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Suatu pemerintahan mampu meraih dan mempertahankan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) jika didorong dengan sisten pengelolaan yang transparan, terarah dan akuntabel, teruyama kinerja yang baik seluruh OPD yang ada.

Topik bahasan itulah, setidaknya mengemuka pada pertemuan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dengan Kepala Perwakilan BPK-RI Provinsi Sulawesi Selatan Paula Henry Simatupang, berlangsunv di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (4/2/2022).

Adnan,  tahun ini sangat optimis bahkan sesumbar meraih kembali predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-10 kalinya.

Bagaimana mewujudkannya, diakui bupati, akan selalu  meminta bimbingan dari BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan.

Apalagi,katanya, Kabupaten Gowa ini merupakan kabupaten terluas kedua dan kabupaten ketiga terbanyak penduduknya di Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya asistensi dan juga pengawasan yang dilakukan oleh BPK RI para pimpinan OPD yang ada, khususnya di Kabupaten Gowa ini bisa memperbaiki seluruh laporan-laporan yang ada. Sehingga pengelolaannya lebih akuntabel lebih terarah dan juga lebih transparan,” terangnya.

Bupati Gowa diua periode itupun, terus  mendorong pengelolaan keuangan yang lebih profesional.

‘Harapan kami tentu semua kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan itu bisa tidak terulang kembali,” pungkas Adnan.

Untuk diketahui,  Pemerintah Kabupaten Gowa tercatat sebagai daerah yang berhasil metaih predikat opini WTP selama sembilan kali berturut-turut.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK-RI Provinsi Sulawesi Selatan, Paula Henry Simatupang, menyebutkan bahwa ada 12 strategi untuk mempertahankan dan mendapatkan WTP. Pertama yaitu komitmen pimpinan entitas, antisipasi temuan baru di tahun berjalan.

Strategi tesebut, sebutnya, Optimalisasi peran APIP, menindaklanjuti temuan dan rekomendasi, mengefektifkan SPI. menjaga kualitas pemahaman dan keahlian SDM, dukungan regulasi, membuat rencana aksi, monitoring dan evaluasi, membentuk tim, dukungan IT dan dukungan anggaran.

“Kita dapat memperoleh kembali WTP itu tergantung dari bapak ibu. Kalau ada masalah yang terkait accounting treatment, perlakuan akuntansi dicatat atau tidak, tanyakan kepada timnya. Karena kita gampang, standar pemerintahan kita yang penting catat dulu, nilainya nanti kita koreksi,” tukas Paula H Simatupang.(Mud Cuplis/Inding/Samjaya/red)

KORLIP : Muh Yusuf & Dirwan

EDITOR : Muchtar Naba

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed