Legislator Jeneponto Nikahi yang Ngaku Hamil

PERISTIWA3,452 views

Masyarakat : Ini Baru Namanya Bura’ne (Lelaki)

banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO  :

Sepekan heboh bahkan suratnya sempat viral di medsos, terkait kasus seorang gadis yang melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto, oleh kekasihnya oknum anggota DPRD Jeneponto  berinisial KDF gegara mengaku hamil, akhirnya menuai solusi.

Diyakini, mungkin telah menimbang secara matang, apalagi akan merusak karir politik dan mencoreng nama keluarga kedua belah pihak, toh wakil rakyat KDF inipun secara ksatria memutuskan menikahinya.

Prosesi pernikahan legislator Gerindra itupun, dihelat di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, dengan suasana bahagia, layaknya kemeriahan pesta  perkawinan masyarakat pada umumnya.

Dalam pernikahan, kedua mempelai tampak sumringah duduk berdampingan dan dihadiri sejumlah kerabat dan keluarga besar dari masing-masing mempelai.

Dengan beredarnya foto pernikahan KDF dan isterinya, membuat masyarakat Jeneponto maupun para netizen di dunia maya, yang dulu banyak mencibir bahkan menghujat, praktis 100 derajat balik memuji dan memberi acungan jempol.

“Ini baru namanya Bura’ne (Lelaki), apalagi orang Jeneponto dikenal menjunjung tinggi kultur Siri’. Saya salut dengan KDF, berani berbuat ya tentu lebih ksatria untuk bertanggungjawab. Nih sudah dibuktikannya ,” ujar seorang warha Turatea Jeneponto, yang enggan ditulis namanya.

Lebih menarik lagi, di sejumlah penghuni group WA, kedua mempelai banjir ucapan selamat dandoa padanya.

“Semoga sakinah mawaddah warahma,” ujar salah satu peserta group WA, Sabtu (17/4/2021).

Dalam foto pernikahan kedua mempelai, si wanitanya mengenakan baju pengantin adat Bugis-Makasar.

Sedangkan KD mengenakan baju kemeja warna hitam juga mengenakan peci hitam diatas kepala.

Keduanya pun memperlihatkan senyum manisnya didepan para tetamu yang hadir..

Peserta group yang lain, juga menyampaikan bahwa semua kemewahan pesta itu tidak penting, yang penting adalah sahnya sebuah hubungan pernikahan.

“Tidaklah penting kostum, hantaran, erang-erang, lekton, leko, uang panaik, dan segala macam ritual bunting lompo, sampai pada titik sah saja sudah kesyukuran bukti dari suatu pertanggungjawaban,” ungkap seorang penghuni grup WA.

Sekedar diketahui, sebelum KDF menikahinya, gadis itu sempat mengirimkan surat kepada Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto.

Alasannya,  mengaku sudah hamil 3 bulan dan KDF meminta mengugurkan janinnya tapi ditolaknya.

Sekarang, semuanya sudah tuntas dan secara Agama Islam maupun UU Perkawinan sudah sah menjadi Pasangan Suami-Isteri (Pasutri).

Artinya, jika yang kemarin-kemarin itu kasusnya sempat gaduh dibdunia maya,  yah itulah prosesnya berliku karena memang yang diatas,  Allah SWT sudah ‘mentakdirkan’ jalannya harus begitu.(r/rir/red)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed