Habislah Karir NA?

HUKRIM861 views

Ket.Gambar : Tangan tersangka NA terborgol dan mengenakan rompi orange setiap kali menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.(rep)

banner 970x250

———————————————-

KPK Sita Dokumen Transaksi Perbankan

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

KPK kian menunjukkan taringnya memberantas kasus korupsi.

Salah satu kasus paling ‘seksi’ dan terus diuber dan didalami penyidik antirasuah yakni aliran dana yang diterima tersangka Nurdin Abdullah (NA), Gubernur Sulsel nonaktif.

Seperti diketahui, pasca ditangkapnya NA oleh Tim KPK akhir Februari 2021, terkait dugaan penerimaan suap alias gratifikasi sejunlah proyek infrastruktur di Sulsel, kini proses penyelidikannya tak pernah berhenti dan telah memeriksa puluhan saksi dari kalangan PNS hingga karyawan swasta.

Kabar terbaru, Rabu 14 April 2021, penyidik KPK telah menyita sejumlah dokumen transaksi perbankan.

Penyitaan tersebut, dilakukan usai penyidik memeriksa Mawardi, salah seorang karyawan Bank Sulselbar Makassar.

“Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari tersangka NA ,” ujar Plt.Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri.

Dalam proses pemeriksaan kemarin, terang dia, penyidik lembaga antirasuah masih terus mengusut uang yang diterima Nurdin dan penggunaannya.

Disebutkan Ali Fikri, hal itu didalami melalui saksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Sari Pudjiastuti, Sri Wulandari selaku pihak swasta, dan pegawai BUMN Siti Abdiah Rahman.

“Didalami pengetahuan para saksi mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka NA yang merupakan pemberian dari para kontraktor di antaranya dari tersangka AS,” ungkapnya.

Saksi lain, sebut Jubir KPK, ada yang bernama M. Ardi yang berprofesi sebagai Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakukang.

Saat dikonfirmasi, katanya, terkuak adanya dugaan aliran sejumlah uang milik Nurdin melalui transaksi perbankan.

Sejauh ini, jelas Ali Fikri, KPK belum ada tambahan tersangka baru kecuali yang tiga orang kerabat dekat NA yakni eks Sekdis PUTR Sulsel Edi Rahmat dan pengusaha Agung Sucipto sebagai Direktur PT Agung Perdana Bulukumba.

Ket.Gambar : Dengan mimik pasrah, Tersangka NA turun dari mobil tahanan KPK bersama dua tersangka lainnya yakni ER dan AS. Ketiganya, sangat dikenal dekat hingga kompak merasakan dinginnya tembok jeruji besi Rutan KPK.(rep)

——————————————–

Untuk diketahui ketiganya digelandang ke Gedung Nerah Putih KPK Jakarta Selatan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Sabtu 27 Februari 2021 dinihari.

NA diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp5,4 miliar dari beberapa kontraktor, satu di antaranya yakni Anggung (AS) rekanan cukup ternama di wilayah selatan Sulsel, tepatnya di Kabupaten Bulukumba.

Sebelumnya, penyidik KPK pun telah memeriksa sejumlah kerabat fan keluarga NA, termasuk putra kandungnya Fathul Fauzi Nurdin, pengusaha muda yang diduga menjadi pihak yang membagi-bagi ‘jatah’ proyek ke orang-orang dekat termasuk ikut mengerjakannya secara langsung.

“Deh….kalo saja dari hasil penyelidikan KPK banyak kerabat dan keluarganya terlibat, wah CAPPU’ (Habis) sudah karir NA. Artinya, kasihan juga melihatnya tapi lebih miris lagi karena ini menyangkut harga diri sebagai orang Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi budaya namanya SIRI’ (Malu) sementara jika nanti perbuatannya terbukti di pengadilan, waduh tentu bikin PAKASIRI-SIRI’,” tutur seorang aktivis LSM penggiat anti korupsi, yang mengaku asal Kabupaten Bantaeng.(bs/red)

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed